
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sejumlah bungkus alat kontrasepsi ditemukan berserakan di sisi barat Lapangan Bhuana Patra, Singaraja. Penemuan itu pun sontak viral di media sosial pada Kamis (18/6).
Menyikapi temuan tersebut, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng mengusulkan, penambahan kamera pengawas (CCTV) dan penerangan di sejumlah titik yang masih gelap.
Video yang diunggah salah satu akun media sosial memperlihatkan dua orang yang diduga sedang berolahraga jogging menemukan sejumlah bungkus alat kontrasepsi berceceran di pinggir jogging track sisi barat Lapangan Bhuana Patra. Unggahan itu kemudian memicu berbagai tanggapan dari masyarakat yang mempertanyakan pengawasan di kawasan tersebut.
Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata, mengatakan, Lapangan Bhuana Patra merupakan aset yang pemeliharaannya berada di bawah Disdikpora. Meski demikian, pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya aktivitas asusila di lokasi tersebut karena belum ditemukan bukti yang mengarah pada kejadian dimaksud.
Menurut Surya Bharata, temuan yang disampaikan masyarakat langsung ditindaklanjuti dengan pembahasan internal. Disdikpora akan mengusulkan pemasangan CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan sebagai upaya mencegah penyalahgunaan fasilitas umum sekaligus meningkatkan keamanan pengunjung.
“Informasi itu baru kami terima. Yang ada baru sebatas temuan bekas bungkus atau sampah. Kami tidak bisa mengidentifikasi telah terjadi tindakan tertentu karena belum ada bukti yang mendukung,” ujarnya.
Selain CCTV, pihaknya juga mengusulkan penambahan lampu penerangan di beberapa lokasi yang hingga kini masih tergolong gelap. Evaluasi dilakukan setelah ditemukan sejumlah area yang belum terjangkau pencahayaan secara maksimal.
“Harapan kami, ruang publik tidak digunakan untuk kegiatan yang bersifat privat ataupun tindakan yang tidak layak. Karena itu kami akan mengusulkan penambahan CCTV dan penerangan sebagai langkah pencegahan,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini lampu penerangan memang telah dipasang di sepanjang jogging track. Namun, luasnya kawasan Lapangan Bhuana Patra menyebabkan masih ada sejumlah titik yang minim cahaya, terutama di sisi barat yang dipenuhi pepohonan rindang serta kawasan utara dekat Gedung KONI.
“Kemarin kami mengira penerangan di sekitar jogging track sudah cukup. Setelah dievaluasi, ternyata di sisi barat, baik kanan maupun kiri area pepohonan masih cukup gelap. Begitu pula di sisi utara dekat KONI. Ini yang akan kami usulkan untuk ditambah, sekaligus sebagai bagian dari penataan menjelang Porprov,” jelasnya.
Surya Bharata menambahkan, keberadaan CCTV nantinya tidak hanya berfungsi mencegah tindakan yang tidak semestinya di ruang publik, tetapi juga membantu mengantisipasi tindak kriminal, seperti pencurian helm maupun kendaraan bermotor yang sempat dikeluhkan pengunjung.
Di sisi lain, Disdikpora mengakui, pengawasan terhadap seluruh kawasan Lapangan Bhuana Patra tidak mudah karena areanya cukup luas. Saat ini terdapat dua petugas keamanan yang berjaga pada malam hari, sementara petugas kebersihan melakukan pemeliharaan kawasan pada pagi hingga sore hari.
“Kami menghimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan bersama-sama menjaga fasilitas publik. Ruang publik merupakan tempat yang dipakai bersama, sehingga tidak boleh dimanfaatkan untuk kegiatan yang tidak semestinya,” tandasnya. (Yudha/balipost)










