
AMLAPURA, BALIPOST.com – Proses pencarian terhadap nelayan hilang asal Banjar Batukeseni, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, I Nengah Sarem (68) dihentikan, Jumat (13/2). Penghentian dilakukan karena sesuai SOP telah memasuki hari ketujuh.
Keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi yang dipimpin SAR Mission Coordinator (SMC) bersama seluruh unsur yang terlibat. Dimana sesuai SOP Basarnas diputuskan bahwa Operasi SAR resmi dihentikan pada hari ke -7.
“Meski dihentikan, apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan kembali dibuka untuk membantu proses evakuasi, ” ujar Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa.
Arimbawa mengatakan, dengan ditutupkan operasi pencarian ini, pihak keluarga korban menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada petugas gabungan yang telah melakukan upaya maksimal selama tujuh hari penuh.
Dia menjelaskan, pada hari ke-7 pencarian, tim SAR gabungan kembali melakukan penyisiran menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pantai Melasti Amed menuju perairan Kubu. Namun hingga pukul 10.24 WITA, hasil pencarian masih nihil.
Sebelumnya, korban diketahui melaut di perairan Amed seorang diri pada Jumat, 6 Februari 2026 sekitar pukul 14.30 WITA. Namun hingga keesokan harinya korban tak kunjung kembali. Pihak keluarga bersama nelayan setempat sempat melakukan pencarian secara mandiri, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Karangasem. (Eka Parananda/balipost)










