Para nelayan gotong royong mengamankan jukung dan alat tangkap karena cuaca buruk.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Cuaca yang kurang bersahabat membuat para nelayan harus mengamankan jukung dan alat tangkap mereka ke daratan yang lebih tinggi agar tidak hanyut dibawa gelombang tinggi. Seperti yang dilakukan para nelayan di Pantai Pasut, Desa Tibubiyu Kecamatan Kerambitan, pada Selasa (20/1).

Tokoh masyarakat yang juga nelayan, I Ketut Arsana Yasa mengatakan, gelombang tinggi diperkirakan terjadi beberapa hari ke depan. Lantaran nelayan tidak bisa melaut ditambah lagi, para nelayan gotong royong mengamankan jukung dan alat tangkap mereka ke dataran yang lebih tinggi.

“Kemarin, Senin (19/1, red) semua jukung sudah ditarik ke tempat yang lebih tinggi,” ujar Arsana Yasa yang juga anggota DPRD Tabanan dari PDI-P tersebut.

Baca juga:  Bangkai Lumba-lumba Terdampar di Pantai Perancak

Menurutnya, ancaman cuaca buruk ini sudah ia beritahukan sejak Kamis (15/1). Namun, baru pada Senin (19/1) sore tanda-tanda cuaca buruk mulai terlihat.

Bukan hanya jukung, alat tangkap seperti bubu atau perangkap lobster juga ikut diamankan agar tidak ikut rusak oleh gelombang tinggi akibat cuaca buruk.

“Kemarin itu, paginya gelombang masih normal. Tetapi sore hari sudah memburuk,” ucapnya.

Selain membantu memindahkan jukung dari tepi pantai ke dataran yang agak tinggi, Arsana juga mengimbau para nelayan agar tidak nekat melaut sementara waktu.

Baca juga:  Cuaca Hujan, Penundaan Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Sempat Terjadi

“Memang kalau di laporan perkiraan, ketinggiannya (gelombang) sekitar dua setengah meter. Tapi kalau aslinya bisa lebih dari tiga setengah meter,” sebutnya.

Menurutnya, kondisi cuaca yang buruk ini diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Rabu (21/1) atau tiga hari setelah bulan mati atau tilem.

Khusus di Pantai Pasut saja, sambung dia, ada empat kelompok nelayan yang anggotanya secara keseluruhan hampir seratus orang.

“Imbauan ini juga sudah saya sampaikan ke grup-grup nelayan di tempat lainnya. Termasuk menyampaikan ke ketua-ketua kelompok nelayan,” ungkapnya.

Baca juga:  Polisi Tangkap Pelaku Begal Gunakan Motor Curian

Kondisi serupa juga dilakukan oleh para nelayan di Pantai Yeh Gangga, Tabanan. Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Yeh Gangga, Kecamatan Tabanan, I Made Wita mengatakan sekitar seratus nelayan di wilayahnya sudah menarik semua jukung mereka ke dataran yang lebih tinggi.

Selain mengamankan kendaraan utama menuju tengah laut, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan pemantauan berkala di area pesisir.

“Patroli rutin siang dan malam juga kami lakukan untuk memastikan alat tangkap aman,” pungkasnya.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN