Nelayan di Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, terpaksa tak melaut akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda Selat Lombok. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Nelayan di Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, terpaksa tak melaut. Hal tersebut akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda Selat Lombok beberapa hari terakhir.

Salah seorang nelayan, Rahman mengungkapkan, dirinya terpaksa tidak melaut sejak dua hari lalu. Hal tersebut akibat angin kencang dan gelombang diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 meter.

“Yang turun melaut satu sampai dua orang. Tapi sebagian besar tidak turun (melaut) karena gelombangnya masih tinggi dan angin kencang. Kondisi ini rutin terjadi saat memasuki tahun baru,” ucap Rahman pada Senin (5/12).

Baca juga:  Pengadaan Masker Penunjukkan Langsung, Terdakwa Sebut Mestinya Leading Sektornya di Diskes

Selain cuaca tak bersahabat, kata Rahman, populasi ikan di laut juga sedikit. Kondisi tersebut mempengaruhi hasil tangkapan yang didapatkan oleh nelayan. “Kemarin ada nelayan cuma dapat 10 ekor. Tidak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan nelayan,” katanya.

Untuk mengisi waktu luang, sebagian besar nelayan di Ujung Pesisi memilih untuk memperbaiki peralatan melautnya seperti menata jaring, memperbaiki jukung, dan memperbaiki mesin. Namun, ada juga beberapa nelayan yang terpaksa menganggur.

Baca juga:  Rumah Gedek Roboh, Kepala Suratmin Luka Tertimpa

“Saya berharap cuaca di Selat Lombok segera membaik sehingga nelayan bisa beraktivitas kembali. Apalagi harga ikan saat ini meningkat sejak beberapa hari terakhir,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN