KRI dr. Soeharso 990, Selasa (2/10) diberangkatkan menuju Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk melakukan aksi bakti sosial. (BP/edi)

DENPASAR, BALIPOST.com – KRI dr. Soeharso 990, Selasa (2/10) diberangkatkan menuju Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk melakukan aksi bakti sosial. Nantinya, kapal ini akan berfungsi menjadi RS Terapung dan rujukan jika korban gempa membutuhkan tindakan.

Menurut Dansatgas kesehatan operasi Bhakti TNI AL ke Palu Sulawesi Tengah, Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra DI, Sp.B., Sp. BTKV., meski sebagian besar korban sudah dievakuasi menuju Makasar dan Balikpapan, masih banyak korban memerlukan pertolongan. Untuk itu, KRI dr. Soeharso harus berbuat untuk korban di Palu dan Donggala.

Setibanya di Sulteng nanti, tim akan langsung melakukan bakti kesehatan. Karena seperti diketahui, seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Palu dan Donggala sudah tidak bisa digunakan untuk melakukan tindakan operatif. Untuk itu, tim kesehatan yang turut serta nanti akan bergabung denga relawan lain. “Mereka akan berbuat yang terbaik untuk menolong korban agar bisa diselamatkan,” kata Nalendra.

Dikatakannya, tim medis yang diberangkatkan sebanyak 93 personel dan ada tambahan dari Universitas Hasanudin sebanyak 17, Universitas Airlangga sebanyak 5 orang dan tambahan lain. Dari tim yang diberangkatkan, semua ahli bedah lengkap. Terutama ahli bedah tulang, ahli bedah bius, ahli bedah umum dan lain sebagainya. “Nanti yang lebih banyak dikerjakan terutama kasus traumatologi,” pungkasnya.

Dijelaskan, untuk fasilitas, ada lima kamar operasi. Pada Bakti Sosial ini, pihaknya menargetkan bisa melakukan operasi sebanyak 25 orang lebih per hari dengan tim yang cukup memadai. Selain itu, untuk pasca operasi, bagi yang membutuhkan Intensive Care Unit (ICU), di kapal ini ada tiga ICU. “Tidak perlu kawatir, meski kasus traumatologi jatuh dari ketinggian, atau yang kemungkinan tidak bisa dievakuasi, kita bisa tangani. Karena Ada konsultan spine untuk tulang belakang yang juga ikut,” ucapnya.

Baca juga:  ODGJ Diamankan Setelah Pukul Dagang Nasi dengan Pipa Paralon

Selain fasilitas itu, kapal ini memiliki ruang rawat inap untuk 40 orang. Namun apabila membutuhkan lebih banyak, deck tank bisa difungsikan dan mampu menampung hingga ribuan orang. Namun, setelah melakukan tindakan operasi, diharapkan rumah sakit lapangan di Batalion kesehatan akan mendekat. Setelah pasien stabil usai operasi, akan dibawa ke RS lapangan. “Minimal sebanyak 25 orang kami lakukan tindakan operasi per hari,” ujarnya.

Ditambahkannya, sambil berangkat menuju Palu, kapal ini juga diperbantukan mengangkut sejumlah bantuan dari Bali yang memang dibutuhkan di sana. Selain kebutuhan seperti beras, air dan kebutuhan lainnya yang sudah terkumpul dari Bali, dari pihak Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) juga mengirimkan sebanyak 39 tenda barak pengungsian.

Ketua DPD Pospera Bali, Kadek Agus Ekanata, mengatakan sebelumnya tenda ini juga digunakan di lokasi bencana seperti NTB. Dikatakannya, selain bantuan tenda, pihaknya juga akan mengirimkan bantuan lain serta personel menuju ke Sulteng. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.