Ilustrasi

GIANYAR, BALIPOST.com – Seorang wisatawan perempuan asal Rusia, ditemukan tewas pada kamar mandi salah satu Guese House di Desa Sayan, Ubud Kamis (12/7). Saat ditemukan korban, Titiana Chrernysh sudah bersimba darah pergelangan tangan kirinya tersayat. Korban yang diduga melakukan aksi bunuh diri, rencananya akan dikremasi di Bali.

Informasi dihimpun korban pertama kali ditemukan oleh pacarnya, Aleksei Semenchuk, pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 wita. Di kamar mandi guese house berukuran 1 x 2,5 meter itu, korban ditemukan duduk dengan bersimba darah. Pemuda 29 tahun ini lantas mengcek nadi pacarnya, namun sudah tidak berdenyut. “ Korban bunuh diri dengan cara menyayat urat nadi ditangannya, “ ucap Kapolres Gianyar AKBP Priyo Priyanto saat dikonfirmasi Jumat (13/7).

Diduga korban nekat bunuh diri karena tidak tahan menahan sakit yang dideritanya. Bahkan menurut informasi korban menderita kanker paru-paru seja 7 tahun lalu. Namun semakin parah dalam 2 Minggu terakhir. “Sekarang jenazah korban ada di RS Sanglah, selanjutnya pihak keluarga setuju untuk kramasi di Bali, “ katanya.

Sementara dari keterangan pacar korban, Aleksei Semenchuk 29, Kamis siang dirinya meningggalkan korban sendirian di tempatnya menginap untuk keperluan belanja ke super market. Balik dari belanja, korban tidak ditemukan di dalam kamar. Saksi pun mengaku sempat mencari korban sambil mamanggil korban berulangkali.

Baca juga:  Waria Resahkan WNA di Kuta

Setelah masuk ke kamar mandi, Saksi terkejut mendapati korban duduk nyandar serta bersimba darah.  Saksi pun khawatir setelah memeriksa nadi korban yang tidak berdenyut lagi. Lanjut itu meminta bantuan pihak penginapan untuk memanggil dokter.

Disebutkan juga  bahwa korban dan saksi sudah hidup bersama  selama 8 tahun. Dan korban diakui menderita sakit sejak 7 tahun lalu dan hingga kini tidak kunjung senbuh.

Korban pun disebut sudah pasrah dan enggan melakukan pemeriksaan rutin, kecuali sempat sekali memeriksakan diri ke Clinik Utama, Kedewatan, Ubud. Keterangan pacar korban itu diperkuat oleh keterangan pemilik guese house “Rumah Adil” I Wayan Dirsa (40).

Saat diberitahu kejadian itu, ia bergegas ke kamar nomor 21, tempat korban menginap. Di kamar mandi Dirsa sudah mendapati korban lemas, semantara pacarnya mendampingi sembari membersihkan darah yang berceveran di lantai.

Dirsa juga sempat mengecek nadi ditangannya dan tidak ada tanda denyut nadi. Selanjutnya pacar korban menghubungi medis Dr. Riska  dari Clinik Utama bersama perawat lantas melakukan pemerikasaan kondisi korban. Kala itu sudah dipastikan jika korban sudah meninggal dunia. (manik astajaya/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.