Akses jalan ke Twin Hill tertutup longsor, Kamis (5/8). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hujan lebat yang terjadi, Kamis (5/8) menyebabkan terjadi bencana alam berupa tanah longsor di sejumlah wilayah di Bali. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, ada empat kabupaten dengan 6 lokasi yang mengalami bencana tanah longsor akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Rinciannya, 2 wilayah di Kabupaten Klungkung, 1 wilayah di Kabupaten Bangli, 1 wilayah di Kabupaten Gianyar, dan 2 wilayah di Kabupaten Karangasem.

Di Kabupaten Klungkung, bencana tanah longsor terjadi di Desa Manduang, Kecamatan Klungkung pada pukul 07.00 WITA dan di Jalan menuju Bukit Abah, Desa Besan, Kecamatan Dawan pada pukul 09.00 WITA. Akibatnya yang ditimbulkan, yaitu tanah longsor menutupi seluruh akses jalan. Bencana tanah longsor ini tidak memakan korban jiwa dan sudah tertangani oleh personil TRC BPBD Kabupaten Klungkung.

Baca juga:  Pupuk Soliditas Lewat Olahraga Bersama

Di Kabupaten Bangli, bencana tanah longsor terjadi di jalan masuk objek wisata Twin Hill Bunutin, Kecamatan Bangli. Akibat yang ditimbulkan, yakni jalan menuju lokasi objek tertutup longsoran, serta material longsoran hanyut ke jalan Provinsi Gianyar-Bangli. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini,

Di Kabupaten Gianyar, bencana tanah longsor terjadi di Banjar Peteluan, Desa Temesi, Kecamatan Gianyar pada pukul 09.23 WITA. Tanah longsor menutupi area Pura dan menimpa bangunan Pura Beji Taman Bhaginda. Tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini, namun kerugian dilaporkan mencapai Rp 500.000.

Baca juga:  Penjual Obat Penenang Dipenjara Setahun

Sementara itu, di Kabupaten Karangasem bencana tanah longsor terjadi di BD. Tangkup, Kecamatan Sidemen pada pukul 03.00 WITA yang menimpa rumah milik I Wayan Keres dan beberapa kerusakan rumah penduduk.

Namun tidak ada korban jiwa dalam bencana alam ini dan belum diketahui jumlah kerugian yang diakibatkan. Bencana tanah longsor dan pohon tumbang juga terjadi di ruas jalan Bukit Jambul-Selisihan, Banjar Dinas Pesaban, Desa Pesaban, Kecamatan Rendang pada pukul 07.00 WITA yang menutup akses jalan kegiatan masyarakat. Namun, bencana ini sudah tertangani dan tidak ada korban jiwa.

Baca juga:  Maestro Asta Kosala Kosali, Nyoman Gelebet Berpulang

Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin, menghimbau masyarakat agar lebih dini mengenali potensi ancaman bencana di sekitar kita, terutama di sekitar tempat tinggal masing-masing, menyiapkan strategi dan upaya penyelamatan diri menghindari ancaman bencana tersebut, dan selalu ikuti update informasi resmi dari lembaga pemerintah (BMKG dan BPBD). Apabila ada kejadian segera laporkan ke BPBD terdekat atau bisa lewat call centre 0361 251177. “Mari terus tingkatkan kesiapsiagaan. Salam tangguh,” tegas I Made Rentin, Jumat (6/8). (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *