Baliho
Baliho dukungan salah satu pasangan calon dilakukan aksi vandalisme. (BP/sos)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klungkung mulai memanas. Aksi vandalisme terhadap baliho dukungan untuk bakal pasangan calon telah terjadi. Padahal, sebelumnya pasangan yang bertarung sudah meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.

Vandalisme itu ditunjukkan dengan mencoret baliho dukungan untuk bakal pasangan calon I Nyoman Suwirta dan I Made Kasta (Suwasta). Cat berwarna kuning keemasan menutupi gambar wajah pemasang, I Dewa Gede Alit Saputra yang masih berstatus sebagai kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Parahnya, aksi tak terpuji itu menyasar seluruh baliho yang terpasang di seputaran Kota Semarapura, yakni dii Jalan Raya Batu Tabih, Perempatan Utara RSUD, Pertigaan Jalan Jempiring, dan Selatan Kantor Camat Klungkung. Alit Saputra yang dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui hal tersebut. Diduga dilakukan oknum yang aspirasinya bersebrangan.

“Pagi ini saya dapat laporan dari teman-teman yang melihat di lapangan. Bahwa empat baliho dukungan saya untuk paslon Suwasta dirusak oleh orang tak dikenal dengan cara menyemprotkan pilot gold tepat ke gambar wajah saya,” ungkapnya, Rabu (24/1).

Baca juga:  Tim Terpadu Turunkan Baliho Ormas

Aksi itu sudah dilaporkan ke Polres Klungkung dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu). Diharapkan, bisa disikapi dan semaksimal mungkin dilakukan penyelidikan dan penindakan karena itu masuk ranah kriminalitas. “Cara-cara seperti ini jelas merusak tatanan demokrasi. Dimana setiap orang bebas menentukan asprasinya karena dilindungi Undang-undang,” tegasnya.

Pria asal Lingkungan Kemoning, Kelurahan Semarapura Klod ini sejak awal menyatakan dukungannya jatuh pada incumbent. Bertolak belakang dengan rekomendasi yang dikeluarkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang mengarahkan ke Tjokorda Bagus Oka dan I Ketut Mandia (Bagia) yang diusung PDI-P dan PKPI. Menurutnya, soal dukungan tak semata-mata dilihat dari partai, namun lebih pada bukti kerja.

Ketua Panwaslu Klungkung, I Komang Artawan menyatakan penanganan persoalan tersebut belum menjadi ranahnya. Sebab, belum ada penetapan pasangan calon. Namun, karena sifatnya laporan, itu ditndaklanjuti dengan klarifikasi. “Apakah ada saksi yang melihat, terus terlapornya siapa. Itu akan kami dalami lagi,” jelasnya.

Bakal pasangan calon sempat mengimbau pesta demokrasi lima tahunan ini bisa berjalan secara kondusif. (sosiawan/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.