Bali Belum Bebas Rabies
Ilustrasi. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Di awal tahun ini, Gianyar disibukkan dengan penanganan rabies. Kembali ditemukan kasus gigitan anjing rabies, seperti diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Gianyar Made Raka, Minggu (7/1).

Made Raka mengungkapkan kasus gigitan ini dialami seorang warga di Banjar Sangging, Lingkungan Candi Baru, Kelurahan Gianyar pada Jumat (5/1). Setelah menggigit korban, warga langsung melapor ke Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar yang membidangi masalah rabies. “Dari hasil pengamatan, usai menggigit korban, ternyata anjing tersebut tidak mau makan lalu mati,” katanya.

I Made Raka mengakui rabies di Gianyar belum bisa zero kasus seperti Denpasar dan Klungkung. Dikatakan penanganan ini dipengaruhi lingkungan masyarakat. “Contoh, anjing yang di Buruan itu (kasus pertama di 2018, red), sudah diminta vaksin, tapi rumah kosong. Saat petugas datang, rumah tertutup,” ujarnya.

Padahal, menurut Raka, apabila pemilik anjing punya inisiatif, bisa dibawa langsung ke kantor Dinas Pertanian untuk minta vaksin. Dia juga menyayangkan perilaku masyarakat yang belum menerapkan imbauan pemerintah. “Kalau sesuai dengan SOP yang sering kami bicarakan, pertama kalau ada gigitan, mencari VAR (Vaksin Anti Rabies, red). Untuk anjingnya diikat. Tapi dalam kasus ini banyak anjing yang masih dibiarkan berkeliaran,” jelasnya.

Baca juga:  Di Tabanan, Kasus Positif Rabies Menurun

Dikatakan Raka, terhadap kasus gigitan anjing rabies yang sudah terjadi 2 kali di awal Januari 2018 ini, pihaknya tetap akan memantau perkembangannya. “Ini yang digigit pemiliknya. Kalau orang lain yang digigit, kami sulit menelusuri,” ungkapnya.

Raka juga mendesak masyarakat Gianyar untuk sadar tentang bahaya rabies dan disiplin tentang penanganan anjing.

Kasus pertama gigitan anjing rabies pada 2018 di Gianyar terungkap saat ditemukan anjing positif rabies di Desa Buruan, Blahbatuh. Bahkan pemilik anjing, Ketut Catur Udaya (54) dan istrinya Sang Ayu Sumargi (53) sempat tergigit, sebelum anjing itu mati pada Selasa (2/1) sore. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.