Vaksinasi rabies yang berlangsung di parkir Pantai Mertasari, Selasa (2/12). (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Vaksinasi rabies di Denpasar sudah menyasar 90 persen dari populasi anjing. Tercatat, populasi anjing di Denpasar mencapai 82.545 ekor pada 2025.

Sepanjang 2025 ini, jumlah anjing positif rabies di Denpasar sebanyak 23 ekor. Sedangkan untuk kasus gigitan anjing tercatat 5 ribuan kasus.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta saat kegiatan vaksinasi rabies, sterilisasi, dan pemeriksaan kesehatan hewan di parkir Pantai Mertasari, Selasa (2/12). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 ekor anjing liar disterilisasi dan puluhan anjing serta kucing peliharaan divaksinasi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mencegah rabies.

Baca juga:  Perda Haluan Pembangunan Bali Masa Depan Jadi Fundamental Pemerintah Jaga Bali

“Selain vaksinasi door to door, kami juga melakukan kegiatan sterilisasi yang dibarengi dengan sosialisasi kepada masyarakat. Sterilisasi dikhususkan untuk anjing liar agar mengurangi dan mengendalikan populasi anjing,” kata Gung Bayu.

Terkait kasus positif rabies pada anjing, menurutnya, kebanyakan terjadi pada anjing yang baru dibawa dari luar Denpasar dan belum divaksinasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat yang membawa anjing dari luar Denpasar agar melapor dan melakukan vaksinasi.

Baca juga:  Cek Jadwalnya, Donor Darah di Denpasar dan Sekitarnya 20 hingga 24 Januari 2026

Selain itu, di setiap desa/kelurahan juga telah dibentuk tim Tisira (Tim Siaga Rabies). Mereka bertugas untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait pemeliharaan anjing serta melakukan pendataan.

“Kami juga masih melakukan penyisiran ulang anjing yang belum tervaksin. Harapannya tahun ini bisa mendekati 100 persen,” katanya. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN