suwung
Seorang warga melihat tumpukan sampah di TPA Sarbagita, Pesanggaran, Denpasar. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com – Pengelolaan sampah di TPA regional Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan) atau TPA Suwung akan diserahkan ke Badan Pengelola Kebersihan Sarbagita (BPKS). Badan yang telah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Kepala Daerah dan Gubernur Bali ini, nantinya bertugas melakukan kemitraan dengan investor.

Hal tersebut terungkap dalam rapat terbatas antara Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dengan Bupati Badung dan Walikota Denpasar yang diwakili Wakil Walikota Denpasar, IGN Jayanegara di Ruang Kerja Gubernur Bali, Rabu (17/5).

Pengelolaan oleh BPKS merupakan hasil rapat koordinasi tentang “Pengelolaan Sampah Bali Dalam Rangka Menghadapi IMF- Wold Bank Annual Meeting 2018” di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, sampah di TPA Suwung rencananya akan ditangani dalam dua proyek, yakni sanitary landfill management dan waste to energy.

Baca juga:  Lembongan Tak Bisa Membangun TPST

Pertama-tama, perlu dilaksanakan kerjasama dengan investor untuk proyek sanitary landfill yang dilengkapi dengan saluran IPAL dan penangkap gas metan. Proyek ini diharapkan selesai pada pertengahan 2018. Sedangkan waste to energy akan dikerjasamakan dengan perusahaan yang sudah profesional dan berpengalaman. Utamanya yang mampu melakukan pengerjaan proyek dengan cepat, dan menggunakan teknologi paling efektif dan efisien.

Pendanaan Feasibility Study untuk pekerjaan pertama (sanitary landfill management) rencananya akan diupayakan dukungan dari JICA Jepang, dan sebagai alternatif akan ditawarkan kepada investor. Pastika menyarankan agar Pemkab Badung dan Pemkot Denpasar yang menjadi investor dan bekerjasama dengan BPKS. Pertimbangannya agar ada kemudahan dan kelanjutan program pengelolaan. Disamping ada potensi PAD yang cukup besar dari pekerjaan tersebut.

Menanggapi saran gubernur, Wakil Walikota Denpasar IGN Jayanegara mengaku akan mengkaji dan menindaklanjuti dengan pertemuan yang lebih teknis. (rindra/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.