
DENPASAR, BALIPOST.com – Pembangunan samsat drive thru yang berlokasi di Terminal Ubung tengah berjalan. Layanan pembayaran pajak kendaraan dengan sistem yang lebih cepat ini rencananya akan diresmikan atau launching pada Desember mendatang.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar, I Nyoman Denny Widya didampingi Sekretaris Bapenda, Dedy Sutrisna Agung saat dikonfirmasi, Kamis (5/11), mengatakan, layanan yang berada di dekat pintu masuk Terminal Ubung Denpasar ini nantinya akan memudahkan masyarakat melakukan pembayaran pajak kendaraan dengan lebih praktis tanpa harus antre di dalam kantor pelayanan.
“Konsep drive thru memungkinkan wajib pajak mendapatkan pelayanan langsung dari atas kendaraan sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga,” katanya.
Menurut Denny, samsat drive thru menjadi salah satu inovasi jangka pendek yang disiapkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pajak kepada masyarakat. Inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada kemudahan layanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.
Untuk pembangunan samsat drive thru ini Pemkot menggelontorkan Rp1.912.355.000 pada APBD 2026. Proyek ini dikerjakan oleh CV Gahing Karya Jaya Abadi dengan nilai kontrak Rp1.381.249.879,73.
Selain samsat drive thru, Bapenda Denpasar juga menyiapkan inovasi lain, salah satunya SIM PBB Online. Melalui sistem ini, wajib pajak nantinya dapat mengajukan berbagai permohonan terkait pajak bumi dan bangunan (PBB) secara daring tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Pengembangan SIM PBB Online mencakup dua bagian, yakni front office yang terintegrasi dengan Denpasar Prama Sewaka (DPS) dan dikerjakan oleh vendor Kominfo, serta pengembangan back office melalui pembaruan sistem SIMPBB Desktop menjadi berbasis web yang dikerjakan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bapenda juga mengembangkan aplikasi dashboard untuk mendukung perencanaan pendapatan daerah. Aplikasi ini dirancang menyediakan proyeksi pendapatan secara sistematis, membantu penetapan target yang lebih terukur, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan data dan informasi perpajakan.
Di sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia, Bapenda menyiapkan program capacity building bagi petugas pelayanan. Program tersebut mencakup penguatan personal melalui profiling dan counseling, serta penguatan kemampuan implementatif melalui kegiatan class in-house training.
“Kami dari Bapenda Denpasar berupaya mendorong pelayanan perpajakan yang semakin mudah diakses, berbasis teknologi, sekaligus memperkuat perencanaan dan optimalisasi pendapatan daerah,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)










