
GIANYAR, BALIPOST.com – Pelayanan Samsat Drive Thru di kawasan bekas Jembatan Timbang Batubulan, Kabupaten Gianyar, menuai keluhan dari sejumlah wajib pajak kendaraan bermotor. Meski dinilai mampu mempercepat proses pembayaran pajak, fasilitas tersebut belum dilengkapi atap pelindung pada jalur antrean sehingga masyarakat harus menunggu di bawah terik matahari.
Keluhan itu disampaikan para wajib pajak yang memanfaatkan layanan Samsat Drive Thru pada Selasa (4/8). Tingginya antusiasme masyarakat memanfaatkan layanan tersebut menyebabkan antrean cukup panjang.
Dalam kondisi cuaca panas, para wajib pajak harus menunggu sekitar 20 hingga 25 menit tanpa perlindungan dari sinar matahari.
Salah seorang wajib pajak yang enggan disebutkan namanya mengaku pelayanan Samsat Drive Thru Batubulan sangat membantu karena proses pembayaran pajak lebih cepat dibandingkan layanan reguler. Namun, ia menilai kenyamanan masyarakat belum menjadi perhatian karena tidak tersedia kanopi di jalur antrean.
“Pelayanannya memang cepat dan sangat membantu. Tetapi karena yang datang banyak, kami harus antre sekitar 20 sampai 25 menit. Selama menunggu itu harus kepanasan karena tidak ada atap,” ujarnya saat ditemui dilokasi.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap fasilitas pendukung pelayanan. Masyarakat yang datang ke Samsat telah menunjukkan kepatuhan dengan membayar pajak kendaraan tepat waktu sehingga sudah sepatutnya memperoleh pelayanan yang nyaman.
Ia berharap pengelola segera membangun kanopi atau atap di sepanjang jalur antrean agar wajib pajak tidak lagi harus berpanas-panasan saat mengurus pembayaran pajak kendaraan. Selain memberikan perlindungan dari terik matahari, keberadaan atap juga dinilai penting saat musim hujan sehingga pelayanan tetap berjalan optimal.
Keluhan senada juga disampaikan sejumlah wajib pajak lainnya. Mereka menilai fasilitas pelindung merupakan kebutuhan mendesak mengingat antrean kendaraan hampir selalu terjadi pada jam-jam tertentu akibat tingginya jumlah masyarakat yang memanfaatkan layanan drive thru.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali, Dewa Tagel Wirasa, memastikan pembangunan kanopi untuk Samsat Drive Thru Batubulan sedang diproses. Pihaknya memastikan dalam kurun waktu 3 bulan ke depan akan selesai digarap. “Sudah proses pengadaan kanopi untuk yang di Drive Thru Batubulan. Ya segera, ndak nyampe 3 bulan ini sudah selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (4/8).
Di sisi lain, kinerja penerimaan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Bali pada semester pertama 2026 menunjukkan tren positif. Hingga 30 Juni 2026, realisasi pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp850,76 miliar atau 46,80 persen dari target APBD Provinsi Bali Tahun 2026.
Realisasi tersebut terdiri atas penerimaan PKB sebesar Rp486,04 miliar atau 46,16 persen dari target Rp1,07 triliun. Sementara penerimaan BBNKB mencapai Rp364,70 miliar atau 47,70 persen dari target Rp763,25 miliar.
“Secara umum penerimaan pajak kendaraan bermotor masih berada pada jalur yang positif pada semester pertama tahun 2026,” kata Dewa Tagel Wirasa.
Secara kewilayahan, UPT Bapenda Denpasar masih menjadi penyumbang terbesar penerimaan PKB dengan realisasi Rp175,69 miliar, disusul UPT Badung sebesar Rp115,37 miliar dan UPT Gianyar sebesar Rp50,88 miliar. Untuk penerimaan BBNKB, Denpasar juga mencatat realisasi tertinggi sebesar Rp123,98 miliar, diikuti Badung Rp79,85 miliar dan Gianyar Rp36,26 miliar.
Masyarakat berharap peningkatan kualitas sarana pendukung pelayanan, termasuk penyediaan kanopi di Samsat Drive Thru Batubulan, dapat segera direalisasikan. Selain memberikan kenyamanan kepada wajib pajak, perbaikan fasilitas diyakini dapat mendorong semakin banyak masyarakat untuk memanfaatkan layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dan meningkatkan kepatuhan dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah. (kmb/balipost)










