
GIANYAR, BALIPOST.com – Menanggapi situasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang memicu kemacetan parah di wilayah Bali, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra dikonfirmasi Kamis (15/10) menyampaikan Pemkab Gianyar telah mengambil langkah cepat dengan memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN serta pembelajaran dari rumah untuk para siswa.
Langkah ini diambil menyusul arahan dari Gubernur Bali serta hasil pemantauan langsung yang dilakukan Bupati Mahayastra sejak pagi hari di sejumlah titik kemacetan, khususnya di kawasan Tebesaya.
”Saya keliling dari pagi, kemacetan paling parah terjadi di Tebesaya. Bahkan kemacetan sudah terjadi sejak pukul 04.00 pagi. Saya sangat teriris melihat masyarakat antre panjang di SPBU yang tidak buka karena tidak ada stok BBM maupun petugasnya. Namun masyarakat tetap bersabar antre. Saya sangat mengapresiasi kesabaran warga, karena BBM adalah kebutuhan dasar yang sangat vital,” ujar Mahayastra.
Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pemkab Gianyar segera memproses Surat Keputusan (SK) terkait pelaksanaan kerja dari rumah (Work From Home) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyesuaian sistem belajar bagi Dinas Pendidikan.
Bupati Mahayastra menegaskan bahwa kebijakan WFH tidak berlaku bagi sektor pelayanan publik vital, khususnya fasilitas kesehatan. Tenaga medis seperti dokter, perawat, hingga staf administrasi di rumah sakit dan puskesmas tetap diwajibkan untuk hadir secara fisik.
”Layanan kesehatan tidak ada WFH. Dokter, perawat, hingga tenaga kantor di dinas kesehatan tetap masuk. Terkait kendala transportasi teknis bagi para dokter akibat kelangkaan BBM, pimpinan rumah sakit seperti Dirut RSUD Sanjiwani akan mendata dan menyiapkan langkah antisipasi penjemputan jika diperlukan,” jelasnya. (Wirnaya/balipost)










