WNA berinisial YZ saat tiba di RS Bhayangkara Denpasar untuk menjalani perawatan. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kasus pengeroyokan dialami  warga negara asing (WNA) berinisial YZ (25). Korban  mengaku dikeroyok oleh sekelompok pria tidak dikenal di sebuah restoran di Jalan Kayu Aya, Seminyak, Kuta, Badung, Sabtu (19/9) sekitar pukul 05.00 Wita. Pemicunya diduga korban menegur seorang pria yang mengganggu istrinya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lebam dan robek pada mata kiri, lecet pada kening kiri, memar pada hidung, serta memar dan benjol pada bagian belakang kepala. Selanjutnya korban  mendapat perawatan medis sekaligus menjalani visum et repertum.

Baca juga:  Hibah KONI Terlambat, Anggota DPRD Bali Sentil Pemkab Buleleng

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Senin (21/9) mengatakan kasus tersebut telah dilaporkan ke Polresta Denpasar. Kronologisnya berawal dari korban bersama istrinya datang ke lokasi untuk memesan makanan. Saat menunggu pesanan, datang pria tidak dikenal diduga mengganggu istrinya. Korban  tidak terima kemudian menegur pria tersebut. Pria itu tidak terima dan langsung memukul korban. Setelah itu sejumlah teman-temannya ikut memukul korban.

Baca juga:  PPKM Darurat, WNA Langgar Prokes Langsung Kena Sanksi Ini

“Setelah mengeroyok korban, terduga pelaku meninggalkan TKP. Dalam kondisi terluka, YZ kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian melalui layanan call center 110,” ujarnya.

Setelah menerima laporan kejadian itu, personel Pamapta 1 bersama piket UKL Polresta Denpasar mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan pengecekan TKP, meminta keterangan korban dan saksi, serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi. Selanjutnya petugas membawa korban ke RS Bhayangkara Denpasar untuk mendapatkan perawatan dan menjalani visum et repertum.

Baca juga:  Masih PPKM Darurat, Warga Dipergoki di Pantai Batu Belig

“Terduga pelaku masih dalam penyelidikan. Anggota mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman CCTV untuk mengungkap pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN