Bupati Tabanan Dr. I Komang Sanjaya (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan menyiapkan penataan jaringan kabel di pusat kota, jalan protokol, dan kawasan strategis dengan sistem bawah tanah. Langkah ini melibatkan seluruh penyedia jaringan atau provider untuk mengurangi kabel semrawut sekaligus mendukung kenyamanan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan adat dan budaya Bali.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan rencana tersebut seusai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Tabanan, Senin (21/9). Menurutnya, penataan kabel telah memiliki dasar hukum melalui peraturan daerah (perda).

Sanjaya mengatakan, Pemkab Tabanan akan mengundang seluruh provider untuk membahas pelaksanaan penataan jaringan. Pemerintah juga telah meminta izin kepada Pemerintah Provinsi Bali.

Baca juga:  Penyederhanaan Penggolongan Listrik RT Dipercaya Bisa Tumbuhkan Ekonomi

“Saat ini perda yang mengatur hal itu sudah ada dan sudah berlandaskan hukum. Nanti kami panggil semua provider untuk duduk bersama dengan tujuan mempercantik wajah kota,” ujar Sanjaya.

Penataan diprioritaskan pada kawasan pusat pemerintahan, fasilitas umum, pusat kota, serta jalan protokol, termasuk kawasan gapura selamat datang Kabupaten Tabanan. Di kawasan tersebut, jaringan kabel ditargetkan tidak lagi menggunakan tiang yang terlihat di sepanjang jalan karena akan dialihkan ke bawah tanah.

Baca juga:  Bali Aman dari Virus “African Swine Fever”

Sementara itu, jaringan arteri yang menuju rumah warga masih memungkinkan menggunakan tiang pada ruas tertentu. Namun, koneksi menuju rumah masyarakat nantinya diarahkan hingga ke halaman masing-masing.

Selain memperbaiki estetika kota, penataan kabel dinilai dapat mendukung kelancaran pelaksanaan upacara adat dan budaya Bali. Kabel yang melintang di jalan selama ini berpotensi menghambat sarana upacara berukuran tinggi, seperti bade saat upacara ngaben.

“Penataan ini bagi orang Bali tentu sangat baik untuk acara adat maupun budaya. Seperti saat menggelar ngaben setinggi apa pun nanti bade-nya tidak terganggu karena kabel melintang,” katanya.

Baca juga:  Warga Banjar Patas Sediakan Disinfektan di Setiap Angkul-angkul Rumah

Sanjaya juga menyinggung pelaksanaan pawai ogoh-ogoh dan melasti. Dengan jaringan kabel ditata di bawah tanah, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi kendala kabel melintang yang harus diangkat agar sarana upacara dapat melintas.

Ia menegaskan, penataan tersebut diarahkan untuk mewujudkan jaringan kabel yang lebih rapi di kawasan strategis Tabanan. Pemkab menargetkan langkah ini dapat mempercantik wajah kota dan wilayah kabupaten secara umum. “Tujuannya agar mempercantik wajah kota maupun Kabupaten Tabanan secara umum agar tidak semrawut karena kabel,” pungkasnya. (Dewi Puspawati/balipost)

BAGIKAN