Suasana pelaksanaan Pilates untuk amal yang digelar di Sira Village, KEK Kura Kura Bali, Serangan, Denpasar. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebuah video yang memperlihatkan kegiatan operasi medis di sebuah tenda akibat keterbatasan fasilitas di Nusa Tenggara Timur (NTT) karena adanya bencana gempa bumi beberapa waktu lalu, membuat komunitas pengembangan diri perempuan yang berpusat di Bali dan Kendari tergerak menggalang sumbangan.

Menurut pelaksana kegiatan, Maryni Manga, pihaknya menggalang bantuan setelah menyaksikan video dari Nagekeo, NTT itu. “Video dari Rumah Sakit Aeramo di Nagekeo itu sangat menggugah tim kami. Kami merasa tidak perlu harus berangkat ke sana jika kami bisa berbuat sesuatu dari sini. Kami mengadakan kelas Pilates di mana 100 persen hasil penjualan tiket dan donasi disumbangkan sepenuhnya,” ujar perempuan yang akrab disapa Rini ini.

Baca juga:  Bank BJB Edukasi Mahasiswa Tentang Saham

Co-founder Kelas Rawat Diri ini pun menggelar Pilates for Charity yang menjaring sekitar 46 peserta yang ingin menjaga kesehatan sekaligus berkontribusi sosial dengan harga tiket yang sangat terjangkau. Lokasinya di Sira Village, Kura Kura Bali yang merupakan kawasan ekonomi khusus yang tak hanya berkembang dari sisi investasi, tetapi juga menghadirkan ruang bagi aktivitas komunitas.

Ia mengungkapkan penjualan tiket dan donasi yang telah terkumpul dari kegiatan pilates disalurkan pada fasilitas kesehatan yang membutuhkan. “Kami telah membelikan perlengkapan medis seperti nebulizer untuk Puskesmas Tuanggeo, alat tes glukosa untuk Rumah Sakit Ruteng, serta pompa ASI, kantong ASI, dan bedong bayi untuk RSUD Aeramo,” tambahnya.

Baca juga:  Begini, Kondisi Hari Pertama Pelayanan Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai

Menurut Tantowi Yahya, Presiden Direktur PT Grand Outlet Bali, pihaknya berupaya mengedepankan sinergi dengan masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan salah satu pilar utama pengembangannya, yakni Longevity—sebuah komitmen untuk menciptakan ekosistem yang mendukung kesehatan fisik dan mental, serta membangun lingkungan mampu yang menunjang kualitas hidup jangka panjang.

“Kami ingin kawasan ini menjadi wadah bertemunya berbagai inisiatif baik. Penyediaan ruang bagi komunitas, termasuk mendukung penuh gerakan ‘Pilates for Charity’ ini, adalah wujud komitmen kami untuk memastikan bahwa kehadiran Sira Village di KEK Kura Kura Bali dapat memberikan nilai tambah, merayakan
inklusivitas, dan menjadi tempat di mana kepedulian sosial dapat tumbuh bersama
pengalaman gaya hidup,” ujarnya. (Ketut Winata/balipost)

Baca juga:  Tak Jadi Berakhir 11 Agustus 2026, Uji Coba Rekayasa Lalin di Suwung Batan Kendal Diperpanjang
BAGIKAN