Pengendara melintas di perempatan Jalan Bypass Ngurah Rai dengan Pemelisan, Suwung Batan Kendal, Denpasar, Senin (3/8). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seputaran Simpang Pesanggaran sejak lama dikeluhkan karena kerap macet. Sekarang dilakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di Simpang Pemelisan, Suwung Batan Kendal, makin menambah kemacetan. Kondisi ini jadi sorotan masyarakat, apalagi rekayasa itu berkaitan dengan dibukanya Sira Village-Grand Outlet Bali di Serangan, Denpasar Selatan.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP Rina Isriana Dewi, Senin (3/8) menyampaikan, laporan yang ia terima dari Ditlantas, saat ini masih masih uji coba rekayasa lalu lintas untuk memperlancar arus kendaraan di Jalan Bypass Ngurah Rai. “Salah satu yang melatarbelakangi (rekayasa) karena adanya pusat keramaian di Kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali sehingga perlu dilakukan rekayasa,” tegasnya.

Baca juga:  Anggota Polisi Diingatkan Tak Pamer Kekayaan

Menurut AKBP Rina uji coba dilaksanakan hingga 11 Agustus 2026 dan tiap hari dilakukan anev (analisa dan evaluasi). Selama rekayasa tersebut diterapkan perubahan arus lalu lintas di seputaran Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Jalan Pemelisan dan Jalan Pulau Serangan, sejak Kamis (30/7) hingga 11 Agustus, mulai pukul 16.00 – 23.00 WITA.

Hal yang perlu diperhatikan, Rina menjelaskan, di Simpang Pemelisan dilarang langsung menyeberang, kendaraan wajib belok kiri dan manfaatkan U-turn untuk balik arah. Sementara di pertigaan Pulau Serangan median jalan dibuka.

Baca juga:  70 Persen Merupakan Kapal Bekas

Tujuannya untuk akses keluar masuk Pulau Serangan. Arus lalin normal kembali mulai pukul 23.00 hihgga 16.00 WITA.

“Masyarakat khususnya pengguna jalan raya diimbau agar tetap mengutamakan keselamatan, patuhi rambu lalu lintas, dan ikuti instruksi petugas di lapangan,” tutupnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN