
DENPASAR, BALIPOST.com – Kawasan Jalan Gajah Mada menjadi salah satu bagian dari penataan wajah kota yang tengah digarap Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar saat ini. Mengantisipasi kemacetan saat pengerjaan fisik skala besar dimulai, Pemkot Denpasar mulai mematangkan rekayasa lalu lintas. Selain itu akan memperketat larangan parkir dan penyediaan shuttle listrik yang juga menjadi rencana jangka panjang.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Selasa (18/8) mengatakan, sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Denpasar terkait proyek yang dilakukan saat ini. Saat ini, kata dia, aktivitas di lapangan masih berada pada tahap pembongkaran awal. “Kami sudah sosialisasi secara masif melalui Dinas PUPR. Saat ini masih tahap pembongkaran-pembongkaran saja. Kami akan segera meminta laporan ke Dinas Perhubungan terkait skema rekayasa lalu lintasnya saat pengerjaan fisik mulai berjalan,” ujar Arya Wibawa.
Menurut Arya Wibawa, pemetaan pola arus lalu lintas sangat krusial mengingat Jalan Gajah Mada merupakan jalur vital di Denpasar dengan intensitas kendaraan yang padat sepanjang hari. Untuk jangka panjang, Pemkot Denpasar akan mengevaluasi animo masyarakat pascapenataan kawasan tersebut selesai. Jika terjadi lonjakan kunjungan wisatawan maupun warga lokal, Pemkot memastikan bakal memperketat kembali aturan larangan parkir di bahu jalan kawasan Gajah Mada. “Kebijakan ini akan kita aktifkan dan perketat kembali karena akhir-akhir ini masih banyak ditemukan pelanggaran,” tegasnya.
Sebagai solusi atas larangan parkir tersebut, Pemkot Denpasar berencana mengoptimalkan kantong-kantong parkir di sekitar pusat kota, di antaranya Terminal Tegal dan kawasan GOR Ngurah Rai. Sementara untuk memudahkan mobilitas pengunjung dari kantong parkir menuju kawasan heritage, akan disiapkan armada angkutan berupa shuttle.
“Pak Wali Kota sempat menyampaikan akan memperbanyak armada shuttle, kemungkinan berbasis listrik, untuk mengangkut masyarakat dari kantong-kantong parkir seperti Terminal Tegal dan GOR Ngurah Rai menuju kawasan heritage,” jelasnya.
Pihaknya berharap dengan adanya penataan fisik, penertiban parkir, serta penyediaan fasilitas transportasi pendukung ini dapat membuat revitalisasi kawasan heritage Gajah Mada berjalan tertib, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki. (Widiastuti/balipost)










