Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat rapat dengan jajaran manajemen Angkasa Pura Indonesia guna membahas penataan lalin di kawasan Bandara Ngurah Rai. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung berencana menata lalu lintas (lalin) untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban. Rencana ini telah dibahas bersama dengan jajaran pimpinan PT Angkasa Pura, termasuk CEO dan general manager (GM) pengelola bandara.

Pertemuan tersebut membahas rencana penataan serta peningkatan aksesibilitas transportasi dari dan menuju bandara Ngurah Rai. Penataan konektivitas dan pergerakan kendaraan dinilai sangat mendesak demi menciptakan sistem transportasi publik yang tertata, aman, lancar, serta mampu mendukung mobilitas masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menjelaskan bahwa rencana penataan jalan di kawasan bandara saat ini masih dalam proses penyempurnaan desain. Kendati demikian, skema besar rekayasa lalu lintas sudah mulai disepakati bersama.

Baca juga:  Gedung Parkir Jayaning Singasana Dioperasikan Untuk Urai Kemacetan dan Dongkrak PAD

“Ini masih sedang ada perubahan desain. Tapi yang jelas, itu akan ada penataan. Rencananya tidak ada U-turn (putar balik) lagi dan tidak ada traffic light. Semua akan bergerak continuously (terus mengalir),” tegas Adi Arnawa saat saat ditemui di Badung, Rabu (16/9).

Bupati mengungkapkan bahwa ketiadaan lampu lalu lintas dan putaran balik dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan yang kerap memicu kemacetan panjang, terutama pada jam-jam sibuk penerbangan. Dalam gambar rancangan sementara, Pemkab Badung mendorong pelebaran di beberapa titik krusial. Salah satunya adalah pengaturan akses dari dan menuju kawasan Kartika Plaza.

Baca juga:  Karyawan Rentcar Curi HP Senilai Puluhan Juta di Bandara

“Kendaraan dari arah bandara nantinya tidak diperbolehkan langsung memotong jalur menuju Kartika Plaza untuk menghindari kemacetan. Namun, akses dari Kartika Plaza menuju bandara tetap dibuka dengan mekanisme alur lalu lintas khusus,” katanya.

Selain itu, arus kendaraan dari arah patung Ngurah Rai dari arah timur menuju barat akan langsung diarahkan lurus masuk ke kawasan bandara. Rencana penataan ini juga akan memanfaatkan lahan kosong milik Desa Adat Kelan/Tuban yang berada di sisi utara untuk dijadikan boulevard atau jalur pengurai.

Baca juga:  Asyik Ngopi, ABK Ditusuk Pemabuk

“Area Tuban nantinya akan diberlakukan sistem satu arah (one way). Sementara, jalur utama penghubung lainnya tetap dipertahankan dua arah dengan rekayasa lalu lintas yang presisi,” ucapnya.

Saat ini, kata Adi Arnawa, hasil masukan dari rapat sinergi tersebut diserahkan kembali kepada tim konsultan ahli transportasi untuk dikaji ulang sebelum akhirnya diimplementasikan secara resmi di lapangan. “Rencana penataan arus lalu lintas ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi kenyamanan pariwisata Bali,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN