
MANGUPURA, BALIPOST.com – Dampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung semakin meluas. Hingga Minggu (6/9) pukul 15.30 WITA, jumlah penerbangan yang mengalami penundaan dan penyesuaian jadwal meningkat menjadi 42 penerbangan, dari sebelumnya 17 penerbangan.
Peningkatan jumlah penerbangan terdampak ini terjadi seiring dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang memengaruhi operasional penerbangan pada sejumlah rute dari dan menuju Bali.
Communication & Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengatakan operasional bandara secara umum masih berjalan normal.
“Sehubungan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, dapat kami sampaikan bahwa terdapat sejumlah penerbangan di Bandara Ngurah Rai yang mengalami pembatalan dan/atau penyesuaian jadwal penerbangan,” ungkap Sandi Asmadi pada Minggu (6/9).
Namun demikian, pihaknya menyampaikan operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Ngurah Rai secara umum tetap berjalan dengan normal dan optimal. Berdasarkan pembaruan data penerbangan hingga pukul 15.30 WITA, sebanyak 42 penerbangan mengalami pembatalan maupun penyesuaian jadwal.
“Pada sisi kedatangan, terdapat tujuh penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang (CGK) menuju Bandara Ngurah Rai (DPS) yang dibatalkan,” katanya.
Sementara pada sisi keberangkatan, dampak terbesar terjadi pada rute Bali menuju Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. Sebanyak 30 penerbangan dibatalkan dan satu penerbangan mengalami penundaan.
Selain rute menuju Tangerang, dua penerbangan dari Bali menuju Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta (HLP) serta dua penerbangan menuju Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) juga dibatalkan.
“Dari total 42 penerbangan terdampak, sebanyak 41 penerbangan mengalami pembatalan dan satu penerbangan mengalami keterlambatan,” jelasnya.
Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Ngurah Rai terus melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk menangani dampak aktivitas vulkanik tersebut.
Koordinasi dilakukan terutama bersama maskapai penerbangan guna memperbarui jadwal dan menangani calon penumpang yang telah berada di terminal. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan AirNav Indonesia untuk memantau kondisi ruang udara yang terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Manajemen Bandara Ngurah Rai juga menyiapkan layanan service recovery berupa pemberian minuman dan makanan ringan bagi penumpang penerbangan terdampak yang telah berada di terminal.
Pihak bandara mengimbau calon penumpang agar tidak langsung menuju bandara sebelum memastikan status penerbangannya.
“Kami turut mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai penerbangan terkait status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat menuju bandara,” pungkasnya. (Parwata/balipost)









