
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mengebut proyek Penataan Simpang Ruas Jalan Ambengan–Laplapan. Proyek ini difokuskan untuk mengurai titik kemacetan parah serta membenahi sistem drainase di kawasan pariwisata Ubud, tepatnya di area belakang Patung Arjuna.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Gianyar, Anak Agung Gde Ngurah Agung Tirta, ST, MT., seizin Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gianyar Ir. I Dewa Gede Putra Hartawan, Jumat (25/9) menyampaikan kawasan Ubud sebagai destinasi wisata utama sering kali mengalami kemacetan parah pada jam-jam tertentu, terutama arus lalu lintas dari arah Andong, Peliatan, dan Jalan Raya Ubud bagian barat.
Untuk mengurai kepadatan tersebut, Pemkab Gianyar melalui Dinas PUPR melakukan penataan simpang Ambengan-Laplapan.
Ini dilakukan dengan pelebaran jalan dari arah utara yang sebelumnya satu jalur menjadi tiga lajur jalan. Arah Andong ke kiri, kendaraan diharapkan bisa langsung jalan terus. Arah Ambengan ke Peliatan (ke kiri), kendaraan juga diarahkan untuk bisa langsung jalan terus.
Selanjutnya, Pertigaan Timur (dekat Pos Damkar/Pura), Jalur turut diperlebar untuk meningkatkan kapasitas jalan dari arah Laplapan. Pelebaran ini memanfaatkan lahan yang sebelumnya telah dibebaskan oleh Dinas Perkim Gianyar, mencakup area bekas Bale Banjar, hunian warga, dan pertokoan.
Agung Tirta memaparkan, selain penataan arus lalu lintas, proyek ini difokuskan pada perbaikan sistem drainase untuk mencegah luapan air hujan. Pemasangan U-Ditch menggunakan saluran beton pracetak.
Pemasangan Box Culvert, dipasang untuk penyeberangan air (crossing).
Pemisahan arus air, debit air dari arah Andong yang sebelumnya terbuang penuh ke arah barat (area BRI) kini dipecah ke arah timur menuju sungai di seberang Bale Banjar untuk mencegah drainase jebol. Dalam penataan simpang Ambengan-Laplapan juga diisi dengan pengerasan jalan meliputi pekerjaan agregat dan pelapisan ulang hotmix (overlay).
Kedepannya, lokasi ini juga akan dilengkapi dengan penataan jalur pejalan kaki (pedestrian), serta dilanjutkan dengan penataan lanskap taman pada anggaran tahun berikutnya. Mengingat pengerjaan fisik masih berlangsung terutama saat proses penggalian dan pemasangan box culvert yang memakan separuh badan jalan, Dinas PUPR Gianyar mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mengantisipasi potensi kemacetan.
“Kami memohon kepada para pengguna jalan dari arah Laplapan menuju Ubud, maupun sebaliknya dari arah Andong dan Peliatan, untuk dapat memanfaatkan jalur alternatif pada jam-jam sibuk. Jadwal penutupan atau rekayasa lalu lintas berkala akan selalu kami informasikan,” imbau Agung Tirta.
Melalui penataan simpang dan drainase ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap kapasitas jalan meningkat, titik macet terurai, serta permasalahan genangan air di kawasan simpang Ambengan–Laplapan dapat teratasi secara permanen.
Proyek penataan simpang Ambengan-Laplapan ini bernilai pagu anggaran Rp5,5 miliar. Adapun nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp5,389 miliar dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender. “Proyek ini sudah terkontrak per 17 Juli 2026 dan ditargetkan untuk serah terima pertama (Provisional Hand Over/PHO) pada 13 Desember 2026.,” ujar Agung Tirta.
Hingga 20 September 2026, pengerjaan di lapangan mencatatkan tren positif. Dari target rencana sebesar 20,964%, realisasi fisik di lapangan sudah mencapai 21,11%, atau mengalami deviasi positif sebesar 0,146%. (Wirnaya/balipost)










