
NEGARA, BALIPOST.com – Kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk yang salah satunya dampak proyek peningkatan kapasitas dermaga memicu bus-bus besar nekat masuk gang permukiman. Dampaknya, sebuah warung milik warga di Lingkungan Arum Barat, Gang I, Kelurahan Gilimanuk, tertabrak hingga bagian atap depannya rusak, Selasa (15/9) sekitar pukul 18.30 Wita.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, bus berukuran besar memilih melintasi gang sebagai jalur alternatif karena antrean kendaraan menuju pelabuhan mengular.
“Benar, karena kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk, bus besar masuk ke Gang I. Padahal gang itu tidak diperuntukkan bagi kendaraan besar,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Bus yang melintas kemudian menyenggol bagian depan warung milik Suroso, sehingga atap mengalami kerusakan. Meski demikian, persoalan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan setelah pengurus bus memberikan ganti rugi kepada pemilik warung untuk biaya perbaikan.
Lurah Tony mengatakan pemilik warung merupakan warga kategori Desil 1 sehingga kejadian tersebut cukup berdampak terhadap kondisi ekonominya.
Ia menjelaskan, sejak proyek peningkatan kapasitas dermaga berlangsung, kemacetan menuju Pelabuhan Gilimanuk hampir terjadi setiap hari. Kondisi itu membuat sejumlah sopir kendaraan besar nekat mencari jalan pintas melalui kawasan permukiman.
Menurutnya, warga telah berulang kali menyampaikan keberatan karena kendaraan berat tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga merusak infrastruktur lingkungan yang dibangun secara swadaya.
“Warga hanya mengizinkan kendaraan kecil melintas. Jalan gang yang baru selesai diperbaiki juga kembali rusak karena dilalui bus dan kendaraan berat,” katanya.
Pemerintah Kelurahan Gilimanuk berharap kendaraan besar tetap menggunakan jalur utama menuju pelabuhan agar tidak menimbulkan kerusakan bangunan maupun jalan di lingkungan permukiman warga. (Surya Dharma/balipost)










