Jalan gang yang sempat diblokir warga di Gilimanuk. (BP/Olo)

 

NEGARA, BALIPOST.com – Antrian di Gilimanuk pada Rabu (25/6) malam, menimbulkan reaksi dari masyarakat terutama di gang-gang Gilimanuk. Salah satu gang di Lingkungan Jineng Agung, diblokir warga lantaran sejumlah bus besar ikut masuk ke gang.

Kondisi ini sejatinya sudah sering dikeluhkan masyarakat khususnya yang tinggal di gang-gang yang jalannya jadi arus pengalihan kendaraan.

“Sudah sering, masih bus-bus besar masuk, ini jalur permukiman bukan untuk bus, kalau mobil oke, ini bus masih nerobos,” ujar salah seorang warga, Rabu malam.

Pemblokiran dilakukan warga khusus untuk bus-bus yang masuk ke gang. Terlebih ada salah satu bangunan warga yang rusak terserempet bodi bus. Petugas dari Polsek dipimpin Kapolsek Gilimanuk bersama aparat terkait termasuk Lurah Gilimanuk, turun melakukan pengaturan hingga beberapa malam sejak mulai terjadi antrian awal pekan.

Namun beberapa bus masih nekat menerobos lewat gang-gang di belakang Pasar Gilimanuk. Pemblokiran dilakukan secara spontan oleh warga khusus untuk bus-bus yang nekat masuk antrian ke gang.

Baca juga:  Korban Pengeroyokan 'Debt Collector' di Kuta Ternyata Anggota Polri, Motif Belum Terungkap

ASDP Memohon Maaf Terkait Antrian

Sementara itu, volume kendaraan yang menyeberang mengalami peningkatan signifikan, sejak Minggu (21/6). Jumlah kendaraan yang dilayani mencapai 9.571 unit atau meningkat 23 persen dibandingkan realisasi hari sebelumnya sebanyak 7.769 unit. Lonjakan tertinggi berasal dari kendaraan pribadi roda empat yang meningkat 30 persen, dari 1.681 unit menjadi 2.188 unit. Kondisi tersebut turut dipengaruhi adanya gangguan operasional pada dua kapal Long Distance Ferry (LDF) milik PT ALP yang menyebabkan sebagian layanan kendaraan angkutan barang dialihkan ke kapal ferry reguler.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, Kamis (25/6) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa akibat kepadatan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

“Kami memahami tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat selama periode libur sekolah sekaligus ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas kondisi yang terjadi. ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan terus bekerja keras mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia guna mempercepat normalisasi layanan dan memastikan arus penyeberangan tetap berjalan optimal,” ujar Heru.

Baca juga:  Pelanggan Warung Luka Parah, Dilukai Anggota Ormas dengan Pecahan Gelas

Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan, ASDP mengoptimalkan operasional seluruh fasilitas pelabuhan dan armada yang tersedia. Operasional di Dermaga Moveable Bridge (MB) berjalan normal dengan dukungan 30 kapal. Sementara itu, layanan di Dermaga Bulusan tetap berjalan normal dengan dukungan tambahan KMP Portlink VII guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan.

ASDP juga mengoperasikan satu unit kapal pada dermaga Landing Craft Machine (LCM) dengan skema full TBB (Tiba–Bongkar–Berangkat) guna mempercepat pergerakan kendaraan angkutan barang. Selain itu, KMP Prathita dioperasikan pada dermaga ponton untuk membantu mengurai antrean kendaraan roda dua yang mengalami peningkatan selama masa libur sekolah.

Baca juga:  Senderan Rumah Warga Longsor

Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa selain melakukan optimalisasi operasional, ASDP juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus tarif yang diberikan pemerintah selama periode libur sekolah. Program tersebut berlaku di 14 pelabuhan pada tujuh lintasan strategis nasional, termasuk lintasan Ketapang–Gilimanuk. Melalui program ini, pengguna jasa memperoleh diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan yang secara rata-rata setara dengan pengurangan sekitar 21,9 persen dari total tarif tiket penyeberangan. Program berlaku untuk perjalanan dengan jadwal keberangkatan mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, melakukan pembelian tiket lebih awal melalui Ferizy, serta memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan. Pengguna jasa juga diharapkan datang sesuai jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket agar dapat meminimalisasi kepadatan di area pelabuhan,” jelas Windy. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN