
SINGASANA, BALIPOST.com – Warga di sejumlah wilayah Kecamatan Marga, Tabanan, belakangan ini dibuat resah dengan kemunculan drone yang terbang malam hingga dini hari. Drone disebut beberapa kali terlihat berkeliling di kawasan permukiman dan peternakan, bahkan hingga sekitar pukul 01.00 WITA.
Keresahan terutama dirasakan warga yang memelihara ternak babi, khususnya ayam petarung skala rumahan. Mereka khawatir munculnya drone tersebut ada kaitannya dengan aksi pencurian ternak yang beberapa tahun terakhir kerap terjadi di sejumlah wilayah di Marga.
Pemilik peternakan RJGF di Marga, mengungkapkan, kemunculan drone sempat dilihat warga sejak Senin (3/8), di wilayah Banjar Pinge, Desa Baru. Bahkan warga mengaku waswas dan memilih berjaga-jaga pada malam hari karena khawatir terjadi pencurian ternak.
“Beberapa warga, khususnya yang memiliki ternak babi dan ayam, tentu waswas mereka sampai begadang. Apalagi ayam petarung di wilayah ini sudah sering hilang,” ujarnya, Rabu (5/8).
Wilayah yang belakangan ini disebut muncul keberadaan drone antara lain Banjar Pinge, Banjar Baru, Banjar Susut, di Desa Baru, serta sejumlah kawasan lainnya di Kecamatan Marga. Bahkan warga juga mengaku sempat melihat drone berkeliling pada siang hari saat tengah berada di sawah.
Menurut warga, aksi kehilangan ternak rumahan khususnya ayam jenis petarung bukan persoalan baru. Sebelumnya pernah terjadi aksi pencurian dengan ayam yang hilang rata-rata mencapai lima hingga 10 ekor dalam waktu bersamaan.
Kejadian terakhir, menurut warga, berlangsung sekitar dua hingga tiga bulan lalu. Kondisi tersebut membuat kemunculan drone tanpa diketahui siapa pengoperasinya semakin menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran.
Warga menyebut drone tersebut memiliki pola terbang berkeliling dalam waktu cukup lama. Karena tidak mengetahui tujuan dan siapa pengendalinya, warga khawatir drone digunakan untuk memantau situasi lingkungan dan keberadaan ternak.
“Kalau drone untuk kegiatan resmi, biasanya ada pemberitahuan kepada desa melalui aparat desa. Ini tidak ada pemberitahuan, sehingga warga menduga drone tersebut liar,” katanya.
Warga berharap aparat segera melakukan pengecekan dan mengungkap pemilik maupun tujuan penerbangan drone tersebut. Warga kini hanya bisa saling mengimbau sesama pemilik ternak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hingga dini hari.
Terpisah, Camat Marga, Gede Putu Adhi Putra Adiksa, S.H mengatakan sudah mendengar informasi tersebut dari warga. Pads Senin malam di wilayah Banjar Baru ada drone terbang sekitar pukul 11 sampai 12 malam. Dan di hari Selasa juga terlihat di Banjar Pinge.
“Benar, informasinya seperti itu, dan warga juga waspada, apalagi banyak yang suka ternak ayam petarung tetapi skala rumahan, tidak besar, hanya 2 sampai 4 ekor,”jelasnya
Atas kejadian ini pihaknya akan melakukan kordinasi dengan pihak kepolisian untuk bisa segera mengurangi keresahan warganya.
Sementara itu Kapolsek Marga AKP I Nyoman Sudarma dikonfirmasi mengatakan sampai saat ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kemunculan drone diduga ‘liar’ tersebut. Meski demikian, pihaknya sudah memerintahkan anggota untuk turun melakukan penyelidikan terkait informasi tersebut.
“Belum ada laporan ke kami, terkait unggahan di media sosial anggota kami tentu akan melakukan penyelidikan dan informasi lebih lanjut nanti akan kami sampaikan,”ucapnya. (Puspawati/balipost)










