Kapolres Buleleng.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Aktivitas penerbangan drone misterius pada malam hingga menjelang subuh meresahkan warga Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng. Polisi kini menyiapkan langkah penyelidikan lanjutan apabila aktivitas drone tersebut kembali ditemukan.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, pihaknya telah turun langsung ke lokasi untuk menggali informasi terkait keberadaan drone tersebut. Polisi juga telah bertemu dengan Perbekel Gobleg, pecalang, serta para pemuda setempat. Menurutnya, hingga saat ini belum ada bukti yang dapat menghubungkan aktivitas drone dengan sejumlah kejadian yang dilaporkan warga, termasuk hilangnya ayam aduan.

“Saya dan tim sudah ke lokasi dan bertemu dengan perbekel, pecalang, dan pemuda di sana. Belum dapat dikaitkan antara terbangnya drone dengan kejadian-kejadian yang terjadi,” kata Ruzi saat dikonfirmasi, Senin (7/9).

Baca juga:  Satgas Gotong Royong Desa Adat Waspadai Duktang

Kendati demikian, polisi telah memberikan arahan kepada masyarakat mengenai langkah yang perlu dilakukan apabila kembali menemukan drone yang dicurigai.

“Kemudian saya juga sudah menjelaskan terkait dengan upaya-upaya yang harus dilakukan jika masih ada drone yang dicurigai,” ujarnya.

Ruzi menegaskan, polisi akan melakukan tindakan penyelidikan lebih lanjut apabila aktivitas drone kembali terjadi. Langkah tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan. “Ada langkah-langkah tindak penyelidikan lanjut yang akan kita lakukan jika masih terjadi, termasuk dengan minta bantuan back up dari Sat Brimob Polda Bali,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan penggunaan alat pengacak sinyal untuk mengatasi keberadaan drone tersebut, Ruzi mengatakan hal itu masih akan melihat perkembangan situasi. “Nanti dilihat eskalasi perkembangan situasinya seperti apa,” katanya.

Baca juga:  Wisatawan Hilang di Perairan Batu Melawang Masih “Misterius”

Sebelumnya, warga Desa Gobleg mengaku resah dengan aktivitas drone yang belakangan kerap terlihat terbang di atas permukiman mereka pada malam hari. Drone tersebut disebut mulai terlihat sekitar sepekan terakhir dan beberapa kali terpantau hingga menjelang subuh.

Perbekel Gobleg Made Separsa saat dihubungi Kamis (3/9) mengatakan, berdasarkan pemantauannya, drone biasanya mulai diterbangkan sekitar pukul 20.30 Wita dan berlangsung hingga pukul 01.00-02.00 Wita. Dalam beberapa kesempatan, aktivitas penerbangan bahkan disebut berlangsung hingga menjelang subuh.

“Beberapa kali saya pantau, dia terbang di atas rumah warga. Seperti mengintai,” ujar Separsa.

Baca juga:  Belasan Warga Yeh Sumbul Datangi Kantor DPRD

Menurut Separsa, drone tersebut biasanya segera berpindah atau menjauh ketika keberadaannya diketahui warga. Warga juga sempat melihat adanya drone lain yang terbang di sekitar lokasi.

Satu drone disebut terlihat berada lebih dekat dengan pemukiman, sementara drone lainnya berada agak jauh.

Keresahan warga semakin meningkat karena dalam waktu yang berdekatan sejumlah warga melaporkan kehilangan ayam aduan. Jumlah ayam yang hilang disebut mencapai puluhan ekor.

Meski demikian, hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan keterkaitan antara aktivitas drone misterius tersebut dengan kasus kehilangan ayam. Polisi masih menunggu perkembangan dan informasi lebih lanjut di lapangan. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN