
DENPASAR, BALIPOST.com – Operasional Bus Trans Metro Dewata masih dikaji mengingat tingkat keterisian di Kota Denpasar belum maksimal. Langkah ini diambil untuk mengetahui efektivitas jalur di wilayah perkotaan termasuk penganggarannya. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Selasa (14/7).
Dia menyebutkan, saat ini Dinas Perhubungan (Dishub) tengah menyusun kajian komprehensif terkait operasional bus tersebut. “Trans Metro ini masih sedang dibuatkan kajian oleh Dinas Perhubungan. Karena kita kan dimintakan komitmen dari pemerintah provinsi untuk melakukan penyertaan anggaran juga untuk membiayai Trans Metro itu,” ujar Arya Wibawa.
Pihaknya menjelaskan, evaluasi ini dilakukan lantaran tingkat keterisian penumpang bus Trans Metro Dewata di wilayah Kota Denpasar dinilai belum berjalan secara maksimal. “Tingkat keterisian dari Trans Metro di Kota Denpasar kami lihat masih belum maksimal. Oleh karena itu, saat ini sedang diukur dan dianalisa dampak-dampak aktivitas jalur-jalur Trans Metro di tengah kota khususnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, kajian yang sedang digodok oleh Dinas Perhubungan ini tidak hanya menyasar aspek keterisian penumpang, melainkan juga dampak terhadap kelancaran lalu lintas di Denpasar. Pihaknya ingin memastikan keberadaan transportasi publik ini dapat mengurai kemacetan, bukan justru sebaliknya.
Terkait penambahan atau pun pengurangan biaya, pihaknya juga masih menunggu hasil kajian. Dari hasil kajian tersebut baru bisa ditentukan apakah anggarannya akan ditambah atau justru dikurangi.
“Berdasarkan hasil kajian, apakah akan ada penambahan atau kemungkinan juga akan ada pengurangannya. Nah itu tergantung dari hasil kajian yang sedang dilakukan oleh tim Dinas Perhubungan kita,” paparnya. (Widiastuti/balipost)










