Warga binaan lapas Tabanan saat berinteraksi sosial dalam kegiatan lomba mancing.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kesempatan untuk kembali diterima di tengah masyarakat mulai dirasakan warga binaan Lapas Kelas IIB Tabanan. Tidak sekadar menjalani pembinaan di balik tembok lapas, mereka diberi ruang untuk terlibat langsung dalam kegiatan sosial bersama masyarakat.

Hal itu terlihat saat sejumlah warga binaan ikut menebarkan ikan lele untuk persiapan lomba memancing di Daerah Aliran Sungai (DAS) Yeh Pala, Desa Dajan Peken, Tabanan, Minggu (9/8). Kegiatan yang digagas Sekaa Teruna Bayu Nirmala tersebut menjadi bagian dari upaya membuka ruang interaksi sekaligus membangun kembali kepercayaan diri warga binaan.

Bersama pemuda setempat, warga binaan terlibat dalam persiapan lomba. Aktivitas sederhana itu memiliki makna lebih luas karena mereka mendapat kesempatan untuk berbaur dan memberikan kontribusi secara langsung di lingkungan masyarakat.

Baca juga:  Ratusan Anggota Polres Badung Dikerahkan Amankan Melasti

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengapresiasi keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses reintegrasi sosial.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang kepada warga binaan untuk berbaur dan berkontribusi secara langsung. Ketika mereka mendapatkan kepercayaan dan diterima dengan baik oleh masyarakat, hal tersebut dapat menumbuhkan kembali kepercayaan diri mereka. Inilah semangat reintegrasi sosial yang terus kami dorong,” ujarnya.

Baca juga:  Masyarakat Harus Berkontribusi Perangi Narkoba

Ketua Panitia Lomba Mancing Sekaa Teruna Bayu Nirmala, Arya Mudana, mengatakan keterlibatan warga binaan tidak hanya membantu persiapan kegiatan. Lebih dari itu, kehadiran mereka menunjukkan bahwa warga binaan tetap memiliki kemampuan untuk berkontribusi secara positif.

“Kami sangat terbantu dengan keterlibatan teman-teman warga binaan. Kami mengetahui Lapas Tabanan memiliki berbagai program pembinaan dan melihat sendiri kemauan mereka untuk ikut berkontribusi,” katanya.

Arya berharap kegiatan serupa semakin banyak dilakukan sehingga masyarakat dapat melihat perubahan yang terjadi selama warga binaan menjalani pembinaan. Menurutnya, penerimaan masyarakat menjadi salah satu modal penting bagi warga binaan ketika nantinya kembali menjalani kehidupan di luar lapas.

Baca juga:  Warga Tolak Eks Bangunan RSU Dijadikan Balai Rehabilitasi Narkoba

Pengalaman tersebut dirasakan langsung M. Mini, salah seorang warga binaan yang ikut dalam kegiatan. Ia mengaku senang dapat terlibat dan terkejut melihat sambutan masyarakat yang dinilainya cukup baik.

“Saya sangat senang bisa ikut berkontribusi dalam kegiatan ini. Saya juga kaget melihat masyarakat menyambut kami dengan baik. Kami tidak merasa dijauhi atau dipandang buruk meskipun berstatus warga binaan,” tuturnya.

Bagi Mini, pengalaman tersebut memberikan keyakinan baru bahwa kehidupan setelah bebas masih memiliki ruang. Penerimaan dan kepercayaan masyarakat dinilai menjadi dorongan untuk memperbaiki diri dan kembali menjadi bagian dari lingkungan sosial.(Puspawati/balipost)

BAGIKAN