Sejumlah ternak sapi milik warga. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  "Pertempuran" Tradisional dan Modernitas di Bali

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 28 Maret 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Dewa Stata
Baik untuk melakukan Panca Yadnya, khususnya Dewa Yadnya.

Dewasa Tanian
Baik untuk mulai menanam, mulai suatu usaha pertanian.

Kala Bangkung, Kala Nanggung
Tidak baik untuk mulai memelihara ternak.

Baca juga:  Baik untuk Upacara Dewa Yadnya, Berikut Ala Ayuning Dewasa 23 Februari 2026

Kala Dangu
Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, bepergian.

Kala Rumpuh
Tidak baik untuk pindah rumah, memulai memelihara ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, babi (ternak).

Kala Temah
Tidak baik untuk dewasa ayu.

Naga Naut
Tidak baik untuk dewasa ayu

Semut Sedulur
Baik untuk gotong royong, kerja bakti, memulai kampanye, membentuk perkumpulan. Tidak baik mengubur atau membakar mayat.

Sri Murti
Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung.

Baca juga:  Bintang Puspayoga Apresiasi "TPS Perempuan"

Sri Tumpuk
Baik untuk mencari burung (mapikat).

Titibuwuk
Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN