Prosesi nuek bagia pula kerti pada upacara panyineban karya ngenteg linggih. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam tradisi Bali, ala ayuning dewasa adalah penentuan hari yang dilihat cocok (ayu) atau kurang cocok (ala) untuk melakukan aktivitas tertentu. Perhitungannya menggunakan kombinasi sistem penanggalan tradisional seperti wuku, sasih, panglong, dan alahing dewasa (prioritas hari). Semakin rendah nilai alahing dewasa, semakin kuat atau lebih utama hari tersebut dipandang.

Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 18 Mei 2026, dikutip dari kalenderbali.org. Sebagai catatan, meski kalender memberikan panduan ini, untuk keperluan ritual adat atau keputusan penting seperti pernikahan, umumnya masih disarankan untuk berkonsultasi dengan pemangku adat setempat agar sesuai konteks spiritual dan lokal.

Baca juga:  Bali Masih Kekurangan Wirausahawan

Amerta Dadi
Baik untuk upacara Dewa Yadnya dan pemujaan terhadap leluhur.

Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Bojog Turun
Baik untuk menyetem gamelan.

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Dauh Ayu
Baik untuk membuat awig-awig, peraturan-peraturan atau undang-undang, baik untuk membangun.

Derman Bagia
Baik untuk menikah, membangun, mulai belajar/berlatih, belajar menari.

Baca juga:  Baik untuk Menangkap Ikan, Berikut Ala Ayuning Dewasa 6 Mei 2026

Geni Rawana
Baik untuk segala pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, bercocok tanam.

Kala Sarang
Mengandung sifat boros/terapas. Tidak baik untuk berbelanja.

Kala Temah
Tidak baik untuk dewasa ayu.

Kaleburau
Tidak baik melakukan karya ayu atau yadnya. Tidak baik melaksanakan atiwa-tiwa/ngaben.

Karnasula
Baik untuk membuat kentongan, bajra, kendang, kroncongan (denta sapi dari kayu) dan sejenisnya. Tidak baik untuk membangun rumah tempat tidur, mengadakan rapat atau pertemuan.

Baca juga:  Warga Sedang Tidur, Dua Gempa Guncang Bali

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu.

Rangda Tiga
Tidak baik melakukan upacara pawiwahan. (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN