Warga malukat di pancoran yang ada di Air Terjun Tangkup. (BP/nan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dewasa ayu atau ala ayuning dewasa memiliki peran penting sebagai pedoman dalam menentukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan dalam tradisi masyarakat Bali. Secara etimologis, ala berarti buruk atau kurang baik, sedangkan ayu berarti indah, baik, atau utama.

Dewasa bermakna hari, waktu, atau momentum. Maka ala ayuning dewasa dapat dipahami sebagai perhitungan waktu yang mempertimbangkan sisi baik (ayu) dan kurang baik (ala), sehingga dapat dipilih saat yang paling harmonis untuk suatu kegiatan.

Baca juga:  Setujui "Dana Adat Istiadat," Eka Wiryastuti Jadi Tersangka dan Ditahan KPK

Memilih waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kegiatan ataupun upacara sama halnya dengan menjaga keseimbangan antara sekala dan niskala. Berikut ala ayuning dewasa hari ini, 23 Mei 2026 dikutip dari kalenderbali.org.

Amerta Danta
Baik untuk melakukan tapa, brata, yoga, semadi, penyucian diri, segala pekerjaan.

Amerta Gati
Baik untuk memulai suatu usaha, bercocok tanam.

Banyu Urug
Baik untuk membuat bendungan. Tidak baik untuk membuat sumur.

Baca juga:  Begal di Densel, Dua Remaja Ditangkap

Carik Walangati
Tidak baik untuk melakukan pernikahan/wiwaha, atiwa-tiwa/ngaben dan membangun rumah.

Dina Jaya
Baik untuk belajar menari atau pengetahuan yang lain dan mengandung unsur keunggulan.

Kala Bancaran
Baik untuk membuat senjata, taji, pengiris (pisau besar untuk mengiris atau untuk menyadap nira).

Kala Geger
Baik untuk membuat alat-alat penangkap ikan, membuat kentongan, cagcag (perkakas tenun), kroncongan (genta sapi dari kayu), genta (bajra), kendang (bedug), gamelan, dan alat bunyi-bunyian lainnya.

Baca juga:  Desa Adat Gianyar Gelar Tawur Balik Sumpah Agung

Kala Matampak
Baik untuk menanam segala sesuatu (bercocok tanam).

Kala Sarang
Mengandung sifat boros/terapas. Tidak baik untuk berbelanja.

Kala Tampak
Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan).

Pepedan
Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Purwanin Dina
Tidak baik sebagai dewasa ayu.

Rangda Tiga
Tidak baik melakukan upacara pawiwahan.

Sri Tumpuk
Baik untuk mencari burung (mapikat). (Sumarthana/balipost)

BAGIKAN