
AMLAPURA, BALIPOST.com – Jajaran Polsek Manggis masih terus melakukan penyelidikan terkait kasus pengerusakan di SD Negeri 3 Antiga Kelod, yang terletak di Kecamatan Manggis, Karangasem beberapa waktu lalu. Sampai saat ini, pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan enam saksi untuk dapat mengungkap para pelaku dari kasus tersebut.
Kapolsek Manggis Kompol Made Suadnyana, Rabu (9/9) mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut terkait pengerusakan tersebut. “Kita sudah periksa enam saksi, mulai dari guru, siswa hingga alumni sekolah tersebut,” ujarnya.
Suadnyana mengatakan, tidak adanya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian membuat pihaknya kesulitan mengidentifikasi pelaku perusakan. Sehingga proses penyelidikan hanya mengandalkan keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara.
“Dari keterangan pihak sekolah, selama ini tidak pernah terlibat perselisihan baik dengan siswa, orang tua siswa maupun masyarakat. Sehingga pihak sekolah juga dikatakan tidak tahu secara pasti apa motif dari pelaku melakukan perusakan. Jadi , saat ini kami masih fokus penyelidikan dan pendalaman, nanti kalau sudah ada tersangka saya info lebih lanjut,” jelas Suadnyana.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus pengerusakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terjadi di SD Negeri 3 Antiga Kelod, Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, Rabu (2/9). Akibat kejadian tersebut, ruang guru dan ruang kelas VI kondisinya berantakan. Kursi dan meja berhamburan. Bahkan, delapan laptop dirusak oleh pelaku. Belum diketahui apa motif dari pelaku melakukan perusakan karena tidak ada barang yang hilang. (Eka Parananda/balipost).










