
SINGASANA, BALIPOST.com – BPBD Tabanan mengusulkan pengadaan mesin penyedot air berkapasitas besar pada APBD perubahan 2026. Pengadaan ini untuk mempercepat penanganan banjir, terutama pada lokasi dengan genangan air cukup tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, Selasa (18/8), mengatakan, mesin yang diusulkan berkapasitas sekitar 4 dim dan dilengkapi roda. Dengan kapasitas tersebut, mesin lebih mudah dipindahkan ke lokasi yang membutuhkan penanganan.
Usulan ini melihat dari dari penanganan banjir sebelumnya yang pernah terjadi di kawasan perumahan di Kecamatan Kediri. Saat itu, penyedotan air membutuhkan waktu cukup lama karena keterbatasan kapasitas mesin yang dimiliki BPBD. “Kalau ada mesin itu, proses penyedotan air jadi lebih cepat,” ujar Srinadha Giri.
Saat ini BPBD Tabanan memiliki lima mesin penyedot air. Namun, kapasitas setiap mesin sekitar 1 dim. Satu unit diantaranya rusak sehingga hanya empat mesin yang dapat digunakan.
Menurut Srinadha Giri, tambahan satu mesin berkapasitas besar sudah cukup membantu penanganan di lapangan. Terlebih saat banjir dengan debit air tinggi, penyedotan membutuhkan peralatan dengan kemampuan lebih besar.
Harga mesin tersebut diperkirakan sekitar Rp27 juta per unit. Pengadaan diharapkan dapat direalisasikan melalui anggaran perubahan 2026. Dengan tambahan mesin tersebut, BPBD Tabanan berharap penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat, sehingga genangan air tidak terlalu lama mengganggu aktivitas masyarakat. (Puspawati/balipost)










