
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kebakaran melanda kawasan Pangkung Tibu Lesung, Banjar Dinas Kelod, Desa Busungbiu, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Senin (17/8) malam. Api membakar tumpukan sampah dan lahan seluas sekitar 15 are.
Kebakaran diketahui sekitar pukul 20.31 WITA. Kobaran api sempat membesar sehingga warga bersama aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api. Proses pemadaman berlangsung sekitar lima jam dan baru dinyatakan selesai sekitar pukul 00.30 WITA.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Selasa (18/8), mengatakan personel Polsek Busungbiu langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan kebakaran.
“Piket Fungsi UKL Polsek Busungbiu bersama Bhabinkamtibmas Desa Busungbiu yang dipimpin Pawas Kanit Reskrim Polsek Busungbiu langsung mendatangi TKP untuk mengamankan lokasi serta membantu proses pemadaman,” ujar Yohana.
Salah satu saksi, Gede Dodi (45), kata Yohana, mengungkapkan api pertama kali membakar tumpukan sampah di kawasan tersebut. Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian dan menghubungi warga lainnya untuk membantu melakukan pemadaman.
Dari informasi awal yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas seorang pemancing. Pemancing tersebut diduga membakar sampah untuk menghangatkan diri sekaligus membakar ikan hasil tangkapannya.
Namun, identitas pemancing yang diduga melakukan aktivitas tersebut belum diketahui. Diduga yang bersangkutan telah meninggalkan lokasi sebelum kebakaran diketahui dan petugas tiba di tempat kejadian.
Untuk menangani kebakaran, sebanyak tiga unit armada dikerahkan. Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Kapos Seririt dan satu unit mobil tangki air BPBD Kabupaten Buleleng diterjunkan ke lokasi.
“Petugas bersama warga harus bekerja selama beberapa jam hingga api benar-benar berhasil dipadamkan. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut,” imbuh Yohana.
Yohana mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas yang melibatkan api, terutama di kawasan yang terdapat tumpukan sampah atau material mudah terbakar.
“Untuk mencegah kejadian serupa, masyarakat kami imbau tidak meninggalkan api atau bara dalam kondisi masih menyala dan segera menghubungi petugas apabila terjadi kebakaran,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










