Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Balkis Kusumawati, saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kamis (6/8). (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pelabuhan Celukan Bawang terus dipersiapkan menjadi salah satu simpul penguatan konektivitas transportasi laut Jawa-Bali. Bahkan, pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang ini dibidik mulai beroperasi pada Desember 2026.

Hal ini sebagai langkah mengantisipasi lonjakan arus penumpang dan kendaraan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kesiapan pelabuhan tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat.

Asisten Deputi Konektivitas Maritim dan Udara Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Balkis Kusumawati, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Celukan Bawang, Kamis (6/8).

Baca juga:  Penyeberangan Ditutup Sementara saat Nyepi, Masyarakat Diimbau Mudik Lebih Awal

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas peninjauan Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu sekaligus memastikan kesiapan pelabuhan dalam mendukung rencana penguatan konektivitas transportasi laut.

Dalam peninjauan tersebut hadir Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Celukan Bawang, jajaran PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), perwakilan Kementerian Perhubungan, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Rombongan meninjau langsung kondisi infrastruktur pelabuhan, fasilitas operasional, aksesibilitas, hingga sarana pendukung lainnya. Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh aspek telah memenuhi kebutuhan operasional apabila Pelabuhan Celukan Bawang difungsikan sebagai pendukung layanan penyeberangan Jawa-Bali.

Baca juga:  Diduga Marak, Pemanfaatan Tanah Negara Ilegal

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Cabang Celukan Bawang, Mochammad Imron, saat dikonfirmasi Jumat (7/8), mengatakan Pelindo berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan konektivitas transportasi laut nasional.

“Kami terus memastikan kesiapan infrastruktur, fasilitas operasional, pelayanan, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurut Imron, kesiapan pelabuhan tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga kesiapan operasional, keselamatan pelayaran, pelayanan, hingga sinergi antarinstansi. Karena itu, koordinasi dengan regulator, operator penyeberangan, pemerintah daerah, dan instansi terkait terus diperkuat.

Baca juga:  Kios Darurat di Pasar Anyar Sari Ditarget Rampung Dua Minggu

Selain melakukan penataan fasilitas operasional, Pelindo juga tengah mengerjakan penambahan perkerasan area parkir guna meningkatkan kapasitas kendaraan. Fasilitas penerangan di kawasan pelabuhan juga direncanakan akan ditambah untuk mendukung keamanan dan kelancaran operasional.

“Targetnya, Pelabuhan Celukan Bawang dapat mulai difungsikan pada Desember 2026 sehingga mampu membantu mengurangi kepadatan penyeberangan, khususnya saat terjadi lonjakan arus kendaraan dan penumpang pada periode libur Nataru,” katanya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN