Ilustrasi pendataan Perlinsos. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pendaftaran jaring perlindungan sosial (Perlinsos) terus dikebut di Denpasar. Hingga awal Agustus ini, pendaftaran Perlinsos mencapai 20,16 persen atau sebanyak 37.575 KK.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Kota Denpasar, I Gusti Ketut Sudiatmika mengatakan, total KK di Denpasar 186.421 dan tercatat pendaftar Perlinsos sudah menjangkau 37.575 KK.

Pemerintah pusat menetapkan ambang batas capaian minimal pendaftaran antara 40 persen hingga 60 persen. Sehingga sebelum cut-off, Pemkot Denpasar menargetkan minimal bisa mencapai 111.600 KK. Dan target ini diharapkan bisa tercapai dalam kurun waktu 20 hari kerja terhitung 24 Juli hingga 12 Agustus 2026.

Baca juga:  Pendaftaran Lomba Ogoh-ogoh di Denpasar Dibuka 22 Januari

Berdasarkan catatan pendaftar Perlinsos tertinggi ada di Kecamatan Denpasar Utara dengan total 11.378 KK. Disusul Denpasar Timur sebanyak 9.709 KK, Denpasar Barat 9.451 KK, serta Denpasar Selatan sebanyak 7.036 KK. Sedangkan untuk total agen yang diterjunkan untuk membantu percepatan pendaftaran sebanyak 2.104 orang.

“Keberadaan agen ini sangat membantu percepatan pendaftaran. Apalagi, mayoritas pendaftar melakukan pendaftaran melalui agen,” katanya.

Sebanyak 25.364 KK atau sebesar 67,50 persen pendaftar melakukan pendaftaran via agen. Sementara Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan, wilayah yang belum mencapai batas minimal tersebut diwajibkan untuk terus menggenjot kinerja pendataan hingga batas waktu akhir Agustus.

Baca juga:  Istri Menkop dan UKM Bantu Warga Korban Gempa Lombok

Ada pun kalkulasi target awal yang dirancang dalam rentang waktu 20 hari kerja sebanyak 111.000 KK, dengan target harian sebesar 5.000 KK atau rata-rata 1.250 KK per kecamatan. Untuk saat ini jumlah harian pendaftar rata-rata 2.000 – 3.600 KK per hari.

“Penetapan target tinggi di awal merupakan strategi psikologis untuk mendorong percepatan kerja di lapangan. Semakin panjang durasi pelaksanaan tanpa target ketat, potensi kelelahan pada petugas lapangan maupun masyarakat akan semakin tinggi,” katanya.

Baca juga:  Baru 11 Ribu Warga Denpasar Aktivasi IKD

Meski begitu, ia menyebut, keunggulan utama daerah Denpasar terletak pada keberadaan balai banjar dan balai desa yang sangat efektif sebagai wadah kumpul masyarakat. “Dibandingkan kota besar lain seperti Surabaya yang mengandalkan hingga 37.000 agen untuk melakukan penyisiran rumah ke rumah, struktur adat dan kemasyarakatan di Denpasar memberikan efisiensi yang jauh lebih tinggi jika dimanfaatkan secara optimal,” paparnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN