
AMLAPURA, BALIPOST.com – Proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Karangasem hingga saat ini masih di bawah target. Dari target 20 persen masyarakat yang sudah ber E-KTP, sampai saat ini baru mampu mencapai 4,58 persen. Untuk memenuhi target tersebut, akan dilakukan dengan cara jembut bola turun langsung ke masyarakat.
Kepala Disdukcapil Karangasem, I Made Kusuma Negara mengungkapkan, capaian proses IKD sampai saat ini masih di bawah target yang ditetapkan. Kata dia, dari target 20 persen warga yang memiliki E-KTP kurang lebih 400 ribu lebih sampai saat ini capaian IKD baru sebanyak 18.352 atau sekitar 4,58 persen. “Capaian IKD kita memang masih di bawah target,” ujarnya, Kamis (10/9).
Kusuma Negara mengatakan, masih rendahnya capaian IKD tidak lepas dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan aktivasi IKD. Mengingat, belum semuanya masyarakat tahu tentang IKD ini. Di samping itu juga, ketika petugas turun ke masyarakat, warga yang datang cukup sedikit ke pelayanan yang dibuka.
“Kendala yang kami hadapi, warga masih ada yang belum tahu IKD. Selain itu juga, banyak masyarakat yang tidak memiliki hp android untuk mendukung atau mensuport IKD ini, salah satunya lansia. Jadi, ini sejumlah kendala kami di lapangan,” katanya.
Menurut Kusuma Negara, bagi masyarakat yang tidak memiliki hp android, maka mereka tidak bisa melakukan aktivasi IKD.
Untuk melalukan aktivasi IKD, harus melalui berbagai tahapan, di antaranya men-download aplikasi IKD, dan persyaratan yang lainnya. Untuk aktivasi IKD ini harus dilakukan di depan petugas Disdukcapil karena harus mengisi data diri, email aktif, dan setelah itu akan dilakukan proses verifikasi oleh petugas.
Dia menjelaskan, tujuan dari aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) adalah untuk memastikan keabsahan data pemilik akun, mengamankan kepemilikan identitas dari pemalsuan, serta mempermudah akses layanan publik secara digital. “Nantinya semua tentang administrasi kependudukan, mulai dari KTP, akta perkawinan, akta kelahiran dan yang lainnya dalam satu genggaman. Untuk fisik adminduk bukan tidak berlaku, tapi tetap berlaku,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk mencapai target tersebut, pihkanya akan melakukan aksi jembut bola turun ke masyarakat. Jelas dia, selain petugas Disdukcapil turun langsung, operator yang ada di masing-masing kecamatan rutin turun ke lapangan untuk membantu melakukan aktivasi IKD ini ke masyarakat. “Kami sudah yang ketiga kalinya turun jembut bola. Selain masyarakat, kita juga jembut bola ke sekolah-sekolah menyasar siswa yang sudah ber- KTP. Semoga sampai akhir tahun, mampu mencapai target 20 persen tersebut,” harap Kusuma Negara. (Eka Parananda/balipost)









