Sejumlah warga sedang mengurus administrasi kependudukan di Gedung Sewaka Dharma Kota Denpasar. Disdukcapil Kota Denpasar mencatat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) warganya baru mencapai sekitar 15 persen dari target tahun ini. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Cakupan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Denpasar sudah mencapai 14,2 persen atau sudah dilakukan oleh 74.851 penduduk. Aktivasi IKD terus didorong seiring digenjotnya cakupan pendaftaran populasi dan Perlindungan Sosial (Perlinsos).

Kepala Disdukcapil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata saat diwawancarai, Senin (10/8), mengatakan total jumlah penduduk di Denpasar yang telah melakukan perekaman KTP elektronik sebanyak 527.106 orang.

Baca juga:  Belasan Aset Pemkot Belum Bersertifikat

Sebaran aktivasi IKD di masing-masing kecamatan yakni Denpasar Utara sebanyak 23.575 atau 17,54 persen. Jumlah tersebut tercatat sebagai cakupan tertinggi dibandingkan kecamatan lainnya.

Kemudian disusul Kecamatan Denpasar Timur dengan persentase 16,3 persen atau 15.692 penduduk. Kecamatan Denpasar Barat dengan persentase 13,36 persen atau sebanyak 19.962 persen.

Sedangkan cakupan terendah berada di Kecamatan Denpasar Selatan dengan jumlah 15.622 atau 10,63 persen. “Densel memang menjadi perhatian khusus dalam aktivasi IKD ini dikarenakan memiliki penduduk yang padat dan memerlukan pendekatan khusus,” jelasnya.

Baca juga:  Terdakwa Korupsi BKK DAPM Kompak Minta Dibebaskan

Untuk wilayah desa/kelurahan dengan cakupan tertinggi yakni Peguyangan Kaja sebanyak 2.416 atau 31,67 persen. Disusul Dangin Puri Kauh sebanyak 1.422 atau 24,94 persen, serta Penatih Dangin Puri sebanyak 1.519 atau 23,11 persen.

Sebagai upaya menggenjot capaian, pihaknya melakukan jemput bola untuk area permukiman padat di wilayah Denbar dan Densel untuk mempercepat capaian. Selain itu, melakukan replikasi dari apa yang telah dilakukan di Denut di kecamatan lain sehingga bisa mempercepat aktivasi. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Denpasar Diterjang Banjir Bandang, Ribuan Pedagang di Tiga Pasar Terdampak
BAGIKAN