
DENPASAR, BALIPOST.com – Konflik di Timur Tengah cukup menganggu aktivitas pariwisata. Termasuk kunjungan wisatawan ke Bali, terutama untuk pasar Eropa.
Tingginya biaya penerbangan menjadi salah satu kendala kunjungan wisatawan ke Bali. Dengan itu, harus ada alternatif lain atau mengalihkan pasar pariwisata.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar, Ida Bagus Gde Sidharta Putra, Kamis (21/5) mengatakan, dengan terganggunya hub Eropa, mau tidak mau pariwisata Denpasar harus mengalihkan pasar.
Pasar yang digenjot saat ini, kata dia, lebih ke Asia termasuk Australia yang menjadi pasar potensial Denpasar. “Kita mengalihkan market ke Asia misalnya China, India, Singpura, Jepang. Termasuk Australia. Agar ada mix market, jadi harus carikan yang lain,” katanya.
Salah satu upaya tersebut yakni dengan menggelar Salles Mission ke Australia yang berlangsung belum lama ini. Salles Mission di Australia ini atas kerja sama Badan Promosi Pariwisata Denpasar (BPPD). Dalam acara ini mengajak sekitar 10 pelaku pariwisata dari Denpasar yang dipertemukan dengan 60 buyers di Australia.
Dipilihnya Australia menjadi sasaran Salles Mission dikarenakan beberapa alasan. Pertama pasar Australia selama ini kata Gusde panggilan akrabnya, cukup potensial di Denpasar, terutama Sanur yang bisa di atas 55 persen untuk wisatawan Australia. “Jadi saat ini kita dorong lagi, agar pasar Australia tetap terjaga. Kita yakinan mereka meski harga tiket pesawat tinggi, tapi Bali masih lebih murah untuk dijadikan tempat traveling bagi mereka,” katanya.
Selain itu kata dia, pasar Australia menurutnya perlu mendapat informasi baru terkait perkembangan destinasi melalui penataan-penataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Denpasar. Seperti halnya Sanur yang belakangan terus dilakukan penataan.
Di sisi lain, Perth, Australia yang merupakan sister city Kota Denpasar juga menjadi alasan Salles Mission digelar. “Kita rayu mereka yang menjadi sister city Kota Denpasar agar mau meningkatkan kunjungannya ke Denpasar,” ujar Gusde.
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Ni Putu Riyastiti mengatakan, memilih australia, khususnya Perth karena memang Australia adalah pasar utama Denpasar. Di samping juga antara Perth dan Kota Denpasar ada kerjasama Sister city. (Widiastuti/balipost)










