"Paket Amerta", Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertanegara bersama Anggota Anggota Tim Kampanye yang juga Anggota DPRD Kota Denpasar, A.A. Susruta Ngurah Putra (kiri) dalam jumpa persnya di Posko Pemenangan Amerta, Kamis (15/10). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Untuk mewujudkan kawasan Kota Denpasar Bersemi (Bersih, Sehat, Mantap, dan Indah) ke depannya, harus ada peran dari pihak swasta untuk ikut merealisasikannya. Terlebih, di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar pada khususnya, saat ini dirasakan merosot tajam. “Jika kita mau, maka harus berani menggandeng pihak swasta untuk bisa menunjang PAD melalui Corporate Social Responsibility (CSR), sebab hal tersebut dirasakan sangat membantu mempercepat mewujudkan pembangunan di Kota Denpasar,” ujar Calon Walikota Denpasar dari Paket Amerta, Gede Ngurah Ambara Putra, Kamis (15/10).

Dikatakan, CSR yang dimaksud tidak hanya untuk pembangunan bidang infrastruktur semata, akan tetapi juga dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul melalui rancangan beasiswa. “Jadi pihak swasta tidak akan keberatan menyisihkan sedikit keuntungannya dalam membangun Ibu Kota Bali ini. Tentunya, kami akan lakukan transparansi dan juga berlandaskan kredibilitas tinggi,” ujarnya didampingi Wakilnya, Made Bagus Kertanegara.

Baca juga:  Yowana Jadi Tulang Punggung Jaga Bali

Pasangan yang diusung Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem ini juga memiliki prgram unggulan lainnya. Salah satunya adalah pemberian bantuan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang menjadi garda terdepan dalam pelestarian seni, adat, dan budaya Kota Denpasar.

Diantaranya, bantuan tiap tahun kepada prajuru banjar sebesar Rp 40 juta, STT (Sekaa Teruna-Teruni) Rp 25 juta, Kelompok Dadia Rp 5 juta, dan PKK Rp 5 juta. Program ini sesuai dengan visi Amerta, yakni Denpasar BERSERI, Smart City, Berbudaya dan Bedaya Saing.

Baca juga:  Istri Pentolan Ormas Dibawa ke BNNP Bali

Program ini dinilai realistis. Sebab, sejauh ini bantuan-bantuan untuk kelompok masyarakat yang diprogramkan Paket Amerta sejatinya sudah diberikan dan dijalankan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam bentuk berbagai kegiatan.

Meskipun, anggarannya masih kecil. “Semua itu realistis, sekarang tergantung komitmen pemimpinnya. Kalau ada komitmen dan pemimpinnya mau bekerja, celahnya tentu pasti ada,”kata Anggota DPRD Kota Denpasar, A.A. Susruta Ngurah Putra yang juga sebagai Anggota Tim Kampanye Paket Amerta.

Baca juga:  Tingkatkan Rasa Menyama Braya, Amerta Bagi Sembako ke Keluarga Wayan Sudana

Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Denpasar ini mengungkapkan, bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen serius paslon Amerta untuk meringankan beban masyarakat yang ikut menjadi kotor penggerak dan mengambil peran di garda terdepan melestarikan seni, adat, dan budaya Bali di Kota Denpasar. “Tidak ada masalah dengan anggaran sepanjang ada komitmen kuat dan political will (kemauan politik-red) kuat dari pemimpin Kota Denpasar. Dan jika dihitung-hitung, total anggaran yang dibutuhkan untuk mengeksekusi program tersebut hanya sekitar Rp 26 miliar. Apalagi, APBD dan SILPA (sisa lebih pembiayaan anggaran-red) tiap tahunnya mencapai Rp 200 miliar lebih,”pungkasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.