Pemkab Badung melakukan pembinaan kepada seniman yang akan mewakili di PKB 2026. Pemkab Badung melibatkan 2.150 seniman dan anggaran lebih dari Rp7 miliar untuk pelestarian budaya Bali.(BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung tak main-main menyiapkan ribuan seniman untuk tampil total di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026. Dalam PKB XLVIII, Badung memastikan tampil maksimal dengan dukungan anggaran lebih dari Rp7 miliar.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana, mengatakan, PKB 2026 mengusung tema besar Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha. Tema ini menjadi semangat bagi seluruh kontingen untuk menampilkan karya seni terbaik yang berakar pada nilai-nilai budaya Bali.

“Pemerintah Kabupaten Badung siap dan berkomitmen penuh berpartisipasi aktif dan maksimal dalam Pesta Kesenian Bali ke-48 tahun 2026 ini,” ujar Sukadana saat dikonfirmasi, Selasa (12/5).

Baca juga:  Prokes Ketat pada Ruang Apresiasi Mirror Symphony

Ia menjelaskan, kontingen Badung melibatkan unsur pemerintah, seniman, budayawan hingga organisasi seni masyarakat. Bahkan, Kabupaten Badung dipastikan mengikuti seluruh agenda kegiatan yang telah disiapkan panitia PKB.

Dalam pelaksanaannya, Badung akan menurunkan sekitar 2.150 peserta yang terdiri atas penari, penabuh, pencinta seni hingga official pendamping. Jumlah tersebut belum termasuk masyarakat dan penonton yang diperkirakan turut memadati kawasan Taman Budaya Art Centre Denpasar selama berlangsungnya PKB. “Ya totalnya ada 2 ribuan peserta nantinya,” ucapnya.

Baca juga:  Dari WNA Ungkap Alasan Merampas Mobil hingga Direskrimsus Akhirnya Diisi

Untuk mendukung partisipasi besar tersebut, Pemkab Badung mengalokasikan anggaran dari APBD lebih dari Rp7 miliar. Dana itu digunakan untuk mendukung seluruh proses, mulai dari persiapan hingga penampilan para duta seni Badung di panggung PKB. Sukadana menambahkan, saat ini proses latihan sudah berjalan di masing-masing sekaa dan sanggar seni di wilayah Badung. “Latihan dilaksanakan di wilayah sekaa maupun sanggar seni masing-masing,” katanya.

Baca juga:  Transfer Pusat Dikurangi, Denpasar Tetap Prioritaskan Anggaran Sosial

Meski latihan dilakukan secara terpisah, Dinas Kebudayaan Badung tetap melakukan pemantauan intensif. Tim turun langsung ke lapangan untuk melakukan pembinaan sekaligus memastikan kesiapan para seniman. Selain itu, naradamping juga ditugaskan sebagai penghubung yang mendampingi setiap sekaa sejak tahap persiapan hingga pementasan.

“Dengan latihan yang sudah mulai berjalan dan dukungan anggaran menunjukkan komitmen serius Bapak Bupati Badung dalam upaya menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai seni dan budaya di Kabupaten Badung,” terangnya.(Parwata/balipost)

 

BAGIKAN