Kesiapan para seniman duta Tabanan sebelum nantinya tampil maksimal di PKB 2026.(BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Persiapan duta seni Kabupaten Tabanan untuk tampil pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026 terus dimatangkan. Hingga pertengahan Mei ini, kesiapan keseluruhan penampilan duta Tabanan disebut telah mencapai 75 persen, baik untuk pawai (Peed Aya) maupun materi pementasan lainnya.

Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Wayan Juana mengatakan, saat ini proses latihan berlangsung intensif di masing-masing sekaa dan sanggar guna menyempurnakan materi yang akan dibawakan pada PKB 2026.

Menurutnya, khusus untuk pawai PKB, formasi sudah disesuaikan dengan petunjuk dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Barisan dibagi menjadi tiga bagian utama, yakni papan nama daerah, jegeg bagus, tari khas kabupaten/kota yang untuk Tabanan mengangkat Tari Jayaning Singasana, serta uparengga.

Baca juga:  Masyarakat Apresiasi Gubernur Koster Ringankan Beban Pembayaran Pajak PKB Melalui Pergub 46 Tahun 2021

Selain itu, proses per sektoran juga tengah berjalan antara penari dan penabuh yang dibagi dalam tiga sanggar maupun sekaa penggarap. Pada sub kedua akan menampilkan Barong Bangkung massal, sedangkan barisan ketiga mengusung kesenian tematik berjudul “Kunti Seraya”. “Untuk Barong Bangkung ditangani Sekaa Barong Bangkung Jayaning Singasana. Sedangkan kesenian tematik ‘Kunti Seraya’ diwakili Sanggar Haridwipa,” ujarnya, Selasa (12/5).

Khusus pawai saja, sedikitnya melibatkan sekitar 350 seniman. Rencananya, latihan gabungan tiga sanggar akan dilaksanakan pada 19 Mei di Debes, kemudian dilanjutkan pembinaan dari Provinsi Bali pada 20 Mei. Juana menjelaskan, total ada 13 sanggar dan sekaa yang dilibatkan sebagai duta Tabanan pada PKB tahun ini dengan jumlah seniman mencapai lebih dari 1.000 orang.

Baca juga:  Ditemukan Sekumpulan Batu Besar Berukir Diduga Sarkofagus

Salah satu materi yang cukup menonjol yakni penampilan Barong Bangkung remaja dan dewasa yang akan tampil massal saat pawai dengan jumlah 26 barong. Selain itu juga ada sub ngelawang untuk kategori anak-anak. Menurutnya, tingginya antusias generasi muda Tabanan terhadap kesenian Barong Bangkung menjadi salah satu alasan kesenian tersebut kembali diangkat dan bahkan mulai dijadikan ikon oleh kurator PKB Provinsi Bali.

“Sekaa dan sanggar sebenarnya sudah siap sejak Desember karena ini merupakan kesenian tahunan. Sekarang tinggal pematangan materi dan penyesuaian di masing-masing sub,” jelasnya.

Baca juga:  Muhaimin Terpilih Kembali Jadi Ketum PKB

Sementara itu, untuk PKB Kabupaten Tabanan direncanakan digelar awal Juni 2026. Namun jadwal pelaksanaan masih menunggu keputusan Bupati Tabanan. Ajang tersebut sekaligus menjadi sarana pemantapan bagi para seniman sebelum tampil di tingkat provinsi.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Tabanan memastikan akan mengirimkan 14 materi kesenian dalam PKB 2026. Materi tersebut meliputi Peed Aya, Gong Kebyar Wanita, Gong Kebyar Anak-anak, Gong Kebyar Dewasa, Peragaan Busana PKK, Joged Tradisi, Ngelawang, Balaganjur Remaja, Barong Ket, Taman Penasar, Angklung Kebyar, Palegongan hingga berbagai Wimbakara seperti lomba mewarnai dan masatua.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN