Gubernur Bali, Wayan Koster saat memberikan arahan Rapat Pleno PKB XLVIII Tahun 2026, di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/5). (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Presiden RI, Prabowo Subianto diundang membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Juni 2026. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat Rapat Pleno PKB XLVIII Tahun 2026 di Ruang Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (12/5).

Gubernur Koster mengungkapkan Pemerintah Provinsi Bali tengah berproses mengajukan surat resmi kepada Presiden RI terkait permohonan kehadiran sekaligus membuka ajang seni budaya tahunan terbesar di Bali tersebut.

“Untuk acara Pesta Kesenian Bali ini, tadi diskusi dengan Pak Wagub, kita sedang berproses mengajukan surat mohon kepada Bapak Presiden berkenaan pembukaan. Mudah-mudahan beliau ada waktu, memang rencananya beliau akan berkunjung ke Bali,” ujar Koster.

Baca juga:  KPU Gianyar Tetapkan DPT Pilkada 2024 Sebanyak 392.342 Pemilih

Selain agenda PKB, Koster juga menyinggung adanya pembahasan strategis terkait rencana Bali disiapkan menjadi pusat keuangan dunia atau international finance center. Ia mengaku memperoleh informasi tersebut dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan.

Menurutnya, sejumlah pelaku usaha besar dari Dubai dan Abu Dhabi mulai melirik Bali sebagai lokasi investasi dan pusat kegiatan ekonomi baru karena dinilai memiliki kenyamanan serta ekosistem yang mendukung.

“Saya sempat mendengar dari Jakarta, ada dari Pak Luhut Binsar Panjaitan, terkait dengan agenda persiapan Bali menjadi pusat keuangan dunia, international finance center. Dan keuangan di Bali ini akan sangat bagus dengan ekosistem ini,” katanya.

Baca juga:  Pergub Busana Adat Mampu Tingkatkan Omzet Perajin dan Pedagang

Koster menilai konsep tersebut sejalan dengan arah pembangunan ekonomi Bali yang berkualitas dan berbasis sektor jasa. Ia menyebut Bali tidak memiliki sumber daya alam besar sehingga perlu memperkuat sektor ekonomi kreatif, pariwisata berkualitas, hingga layanan keuangan internasional.

“Karena para pelaku usaha besar di Dubai, di Abu Dhabi, itu banyak yang ingin pindah ke Bali karena melihat Bali sangat nyaman. Jadi Bali sedang disiapkan sebagai pusat keuangan dunia. Ini hal yang sangat bagus, cocok untuk ekonomi Bali yang berkualitas,” tegasnya.

Meski demikian, Koster menekankan rencana tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama tim agar benar-benar memberikan manfaat nyata bagi daerah dan masyarakat Bali.

Baca juga:  Indonesia Targetkan Produksi Mobil Sedan Listrik pada 2028

Ia juga berharap apabila Presiden RI benar-benar melakukan kunjungan ke Bali pada Juni mendatang, agenda tersebut dapat disinkronkan dengan pembukaan PKB XLVIII Tahun 2026.

“Mudah-mudahan kalau beliau jadi ke Bali dan bisa kita sinkronkan, mudah-mudahan di hari tanggal 13 Juni itu bisa sekaligus,” ujarnya.

Koster memastikan Pemprov Bali tetap menyiapkan seluruh kebutuhan dan dokumen pendukung terkait agenda kenegaraan maupun pembukaan PKB. Menurutnya, Bali harus dalam posisi siap menyambut siapa pun yang nantinya hadir membuka Pesta Kesenian Bali.

“Kalau beliau tidak memungkinkan hadir di Bali, kita tetap siapkan semuanya. Kita dalam posisi siap, siapapun yang nantinya hadir membuka Pesta Kesenian Bali,” tandasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN