Nusakti Yasa Wedha. (BP/Win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali mencatat capaian kinerja positif pada Triwulan I tahun 2026. Dengan penguatan anggaran dan percepatan program lintas sektor, pembangunan infrastruktur diarahkan lebih terintegrasi, sekaligus menjawab isu krusial seperti sampah, banjir, dan konektivitas wilayah.

Kepala Dinas PUPRKIM Bali, Nusakti Yasa Wedha, mengungkapkan bahwa pada awal tahun 2026 terjadi dinamika positif pada postur anggaran. Pagu yang semula Rp829 miliar naik menjadi Rp888 miliar.

“Penambahan anggaran ini kami fokuskan pada tiga titik krusial dalam penanganan sampah dan akses wilayah,” ujarnya, Rabu (6/5).

Tiga proyek prioritas tersebut meliputi penanganan jalan akses TPA Regional Sarbagita senilai Rp3,4 miliar guna memperlancar distribusi sampah, peningkatan sarana TPA Landih di Kabupaten Bangli sebesar Rp17,2 miliar untuk menambah kapasitas tampung, serta penyediaan fasilitas TPS 3R di Desa Sidakarya, Denpasar sebesar Rp24,1 miliar sebagai penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Di bidang Sumber Daya Air (SDA), program difokuskan pada ketahanan pangan dan penanganan banjir. Kajian drainase kawasan Buyan untuk mengatasi banjir di Pancasari kini memasuki tahap akhir.

Baca juga:  Ditemukan 3 Zat Berbahaya dalam Sirop Dikonsumsi Pasien Gagal Ginjal Akut

Sementara itu, penanganan banjir di Badung dan Denpasar terus disinergikan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida melalui penyusunan masterplan drainase di DAS Tukad Ayung, Tukad Badung, dan Tukad Mati.

Selain itu, perencanaan pengaman pantai, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga operasi dan pemeliharaan daerah irigasi terus berjalan untuk menjaga stabilitas sumber daya air di Bali.

Pada bidang Cipta Karya, penataan kawasan suci menjadi salah satu fokus utama. Penataan kawasan suci Besakih yang mencakup sejumlah pura penting di Kabupaten Karangasem telah dimulai dengan groundbreaking pada 1 Mei 2026 bertepatan dengan Purnama. Program ini juga diikuti pengembangan sistem air limbah terpusat di Badung dan Denpasar, serta pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) lintas kabupaten/kota.

Sementara itu, bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman menitikberatkan pada peningkatan kualitas hunian melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan penataan kawasan kumuh, termasuk di Kampung Baru, Buleleng. Rehabilitasi prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) juga dilakukan di Desa Tajun dan Pancasari. Di sisi lain, pengadaan lahan terus difasilitasi untuk proyek strategis seperti akses Pelabuhan Sanur, penataan Besakih, hingga pembangunan reservoir air di Karangasem.

Baca juga:  Mau Rakyat Bali Sejahtera, Megawati Minta Gubernur Koster Stop Bangun Hotel dan Konversi Lahan Subur

Di sektor Bina Marga, pembangunan dan rekonstruksi infrastruktur jalan dan jembatan terus berjalan, termasuk pembangunan jembatan akses Pelabuhan Sanur serta rekonstruksi ruas jalan Angentelu–Andekasa dan Abianbase–Lebih. Perencanaan strategis juga tengah disusun, seperti desain underpass Tohpati dan jalan alternatif penghubung Gianyar–Badung. Pemeliharaan rutin jalan provinsi serta penanganan titik rawan longsor juga dilakukan di seluruh kabupaten/kota.

Adapun pada bidang Tata Ruang, pengawasan pembangunan diperketat melalui sosialisasi hingga penertiban pemanfaatan ruang agar tetap selaras dengan Perda RTRW Bali.

“Pembangunan tanpa pengawasan adalah risiko. Kami ingin memastikan setiap pembangunan selaras dengan keseimbangan alam dan budaya Bali,” tegasnya.

Selain menjalankan program internal, Dinas PUPRKIM Bali juga memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota melalui pengawasan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK). Di Bangli dan Tabanan, dukungan difokuskan pada proyek strategis seperti pembangunan Bangli Sport Center, Sasana Budaya, penataan Terminal Pesiapan senilai Rp30 miliar, serta penataan Lapangan Alit Saputra.

Baca juga:  Gubernur Koster Ingin Maksimalkan Potensi Bahari Bali, Begini Caranya

Untuk Buleleng, bantuan diarahkan pada pemerataan infrastruktur desa, termasuk sekitar 25 titik jaringan irigasi, penyediaan air bersih, hingga bantuan alat berat dan pompa banjir. Sementara di Jembrana, fokus pada rekonstruksi puluhan ruas jalan penghubung kawasan produksi dan permukiman.

Tak hanya itu, sinergi dengan pemerintah pusat juga dilakukan untuk mengawal sejumlah proyek strategis, di antaranya pembangunan gedung parkir Pura Ulundanu Batur, underpass Jimbaran, jembatan penghubung Nusa Lembongan–Nusa Ceningan, serta penyediaan air baku Embung Tukad Unda.

Secara keseluruhan, pelaksanaan program pada Triwulan I masih berada pada tahap awal, baik proses lelang maupun perencanaan teknis. Namun demikian, tren kinerja dinilai positif dan seluruh kegiatan ditargetkan rampung pada tahun anggaran 2026.

“Dengan penambahan pagu anggaran, kami berkomitmen bekerja lebih transparan, akuntabel, dan mengutamakan kualitas hasil demi mewujudkan infrastruktur Bali yang tangguh dan berkelanjutan,” tutup Nusakti. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN