
BANGLI, BALIPOST.com – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangli dipastikan bakal mendapat sentuhan perbaikan tahun ini. Proyek revitalisasi tersebut didanai sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Bali dengan alokasi anggaran mencapai Rp 18 miliar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Bangli, Putu Ganda Wijaya, menyatakan bahwa proyek revitalisasi TPA tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan kabupaten dan kebijakan gubernur dalam rangka mengoptimalkan sarana fasilitas TPA. Saat ini, proyek tersebut sudah memasuki tahap tender di provinsi. “Pengerjaan langsung dari provinsi, kita di kabupaten tinggal memanfaatkan,” kata Putu Ganda, Selasa (5/5).
Dengan anggaran Rp 18 miliar pembenahan yang akan dilakukan meliputi pemeliharaan kolam lindi dan perbaikan jalan di dalam TPA. Selain itu pengadaan alat berat seperti ekskavator, bulldozer, dan wheel loader. Dikatakan bahwa tidak ada anggaran tambahan dari APBD Kabupaten untuk proyek tersebut.
Putu Ganda menegaskan bahwa revitalisasi ini murni untuk optimalisasi TPA Bangli.Tidak ada kaitannya dengan rencana pembuangan sampah dari luar daerah ke Bangli sebagaimana yang dulu pernah mencuat. “Murni revitalisasi TPA Bangli,” tegasnya.
Selama proses pengerjaan jalan berlangsung, operasional pembuangan sampah dipastikan tetap berjalan. Dinas LH Bangli akan melakukan pengaturan lalu lintas truk agar proses pembuangan tetap berjalan lancar selama pengerjaan fisik berlangsung.
Sebagaimana yang diketahui TPA Bangli tiap harinya menampung 74 ton sampah per hari. Saat ini sistem pengelolaan sampah di TPA Bangli masih dilakukan dengan sistem open dumping. Rencananya mulai Agustus mendatang, sistem pengelolaan sampah akan dilakukan dengan sistem controlled landfill. Dalam sistem controlled landfill, sampah akan ditimbun dengan lapisan tanah secara rutin minimal dua kali dalam seminggu. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Dalam pengelolaan sampah selama ini, DLH Bangli menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. DLH hanya memiliki masing-masing satu unit, bahkan unit buldoser dalam kondisi rusak berat. Idealnya untuk menangani volume sampah 74 ton per hari diperlukan masing-masing dua unit buldoser, wheel loader, dan ekskavator. (Dayu Swasrina/balipost)










