
BANGLI, BALIPOST.com – Sembilan desa di Kabupaten Bangli dipastikan akan menggelar Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak pada tahun 2026 ini. Pemerintah Kabupaten Bangli telah menyiapkan anggaran ratusan juta rupiah untuk membiayai perhelatan demokrasi tingkat desa tersebut.
Sembilan desa yang dijadwalkan menggelar pilkel tahun ini didominasi oleh wilayah Kecamatan Kintamani,yakni Desa Abang Batudinding, Desa Belantih, Desa Binyan, Desa Bonyoh, Desa Dausa, Desa Kintamani,Desa Subaya dan Desa Pinggan. Selain itu satu desa lainnya yang juga menggelar pilkel yakni Desa Bunutin di Kecamatan Bangli.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangli Dewa Agung Purnama, Senin (9/3), menjelaskan, Pemkab Bangli telah menyiapkan anggaran untuk membiayai pelaksanaan pilkel serentak di 9 desa tersebut. Total nilainya ratusan juta. Besaran anggaran yang dialokasikan untuk tiap desa bervariatif. Bergantung pada jumlah pemilih di masing-masing wilayah.
Dana tersebut digunakan untuk membiayai seluruh kebutuhan pelaksanaan pilkel di desa di antaranya operasional panitia desa, hingga pengadaan logistik seperti kertas suara. Sejauh ini anggaran tersebut belum dicairkan ke desa. “Belum. Masih proses administrasi,” terangnya.
Saat ini tahapan pilkel serentak sudah memasuki tahap sosialisasi di masing-masing desa. Tahapan pendaftaran bakal calon akan dibuka 23 Maret hingga 13 April. Sementara tahapan pemungutan suara dijadwalkan berlangsung 4 Juni mendatang. Perbekel terpilih dijadwalkan dilantik 21 Juli 2026.
Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangli telah mematangkan kesiapan pelaksanaan pilkel serentak dengan menggelar rapat koordinasi bersama Kejaksaan, TNI, Polri, serta tim Pemda yang melibatkan Kesbangpol, Bagian Hukum, Pemerintahan, BKPAD, camat, hingga pendamping desa pada Jumat (27/2) lalu.
Dalam rapat itu Dinas PMD menyampaikan tahapan pelaksanaan pilkel termasuk meminta dukungan keamanan dari TNI, Polri, serta Satpol PP yang membawahi Linmas agar pelaksanaan pesta demokrasi tingkat desa tersebut berjalan aman dan lancar. (Dayu Swasrina/balipost)










