Suasana kediaman rumah duka, di Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Warga Desa Baktinegara, Kecamatan Buleleng yang ditemukan meninggal dibawah Jembatan Shortcut Gigit, memiliki nama lengkap I Putu Gde Pradnya Nolah Toli (22). Keluarga korban, membantah keras dugaan bahwa korban melakukan bunuh diri.

Seperti ditegaskan ayah korban, Made Merdana, putranya dalam kondisi bahagia sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Made Merdana menuturkan, sehari sebelum kejadian, Nolan sempat meneleponnya dan mengabarkan kabar baik terkait studinya. Saat itu, Nolan menyampaikan bahwa proses jilid skripsi dan pendaftaran yudisium telah disetujui.

Dalam percakapan tersebut, ayah dan anak itu juga membahas rencana Nolan ke depan. Nolan disebut memiliki waktu sekitar enam bulan sebelum wisuda dan berencana membangun usaha breeding ayam di rumah.

Baca juga:  Disebut Ingin Rebut Posisi Ketum PDIP, Ini Bantahan Jokowi

“Saya bilang pulang saja dulu, tidak usah pikir kerja. Dia memang sudah persiapan mau bikin breeding ayam,” jelasnya.

Menurut keluarga, komunikasi dengan korban berlangsung normal dan aktif. Nolan bahkan sempat mampir ke kampus sebelum akhirnya berangkat pulang ke Buleleng. Karena sudah terbiasa bolak-balik Denpasar–Buleleng, pihak keluarga tidak menaruh kecurigaan.

Namun, pada sore hari saat hujan turun di Buleleng, Merdana mulai merasa khawatir karena putranya belum tiba di rumah. Upaya menghubungi korban sempat tersambung namun tidak diangkat, hingga pesan WhatsApp yang dikirim hanya centang satu.

Baca juga:  Putri Candrawathi Bantah Menjadikan Brigadir J Sebagai Karungga

Merasa ada kejanggalan, keluarga kemudian menghubungi layanan polisi melalui 110. Tak lama berselang, Made mendapat kabar dari rekannya di Polsek Sukasada bahwa sepeda motor yang diduga milik Nolan telah ditemukan.

“Kami keluarga tidak ada masalah dengan dia. Dia justru sedang happy mau pulang,” tegas Made.

Ia juga menepis berbagai spekulasi yang beredar di media sosial, termasuk isu yang menyebut korban memiliki masalah pribadi maupun terkait pinjaman online.

“Informasi di medsos itu sangat keliru. Anak saya tidak ada masalah. Soal pinjol itu tidak benar. Semua kebutuhan kuliahnya terjamin,” ujarnya.

Baca juga:  Helikopter Jatuh di Suluban, Basarnas Minta Jangan Berspekulasi

Made menambahkan, Nolan dikenal sebagai pribadi yang lurus dan berprestasi. Ia bahkan berhasil menyelesaikan kuliah dalam tujuh semester dengan predikat cumlaude. Nolan sempat memenuhi syarat ikut yudisium lebih awal, namun memilih menunda agar bisa bersama teman seangkatannya.

Pihak keluarga menduga peristiwa yang menimpa Nolan merupakan musibah. Mereka memperkirakan kemungkinan korban terpeleset saat mengambil foto atau mengalami kecelakaan di lokasi. “Keyakinan kami, tidak ada hal yang membuat anak saya memilih mengakhiri hidup. Ini musibah bagi keluarga kami,” pungkas Made Merdana. (Yuda/balipost)

BAGIKAN