
DENPASAR, BALIPOST.com – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 tak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga ruang refleksi sosial. Tahun ini, ajang tahunan tersebut mengusung tema “Atma Kerti: Jiwa Sidha Parisudha” (penyucian jiwa paripurna), yang dimaknai sebagai upaya membangun keseimbangan batin melalui ekspresi seni dan kajian akademik.
Kurator PKB ke-48, I Gede Arya Sugiartha, mengungkapkan bahwa isu sosial akan mendapat porsi khusus. Salah satunya fenomena bunuh diri (bundir) yang belakangan menjadi perhatian di Bali. Menurutnya, persoalan ini akan dibedah dalam forum sarasehan untuk mencari akar penyebab sekaligus membuka ruang diskusi yang lebih luas.
“Fenomena ini memang marak, terutama di kalangan anak muda. Lewat seminar nanti akan dibahas apa sebenarnya penyebabnya dalam konteks sosial dan budaya,” ujarnya, Rabu (29/4).
Mantan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali ini menegaskan, seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium penyucian jiwa. Melalui berbagai garapan karya, masyarakat diajak merefleksikan kehidupan agar mencapai keseimbangan batin yang lebih utuh.
Secara teknis, PKB 2026 tetap mempertahankan 10 materi pokok. Mulai dari pawai, lomba, workshop, hingga pergelaran dan sarasehan. Selain itu, dua agenda internasional juga akan meramaikan festival, yakni Bali World Culture Celebration (BWCC) yang menghadirkan partisipasi seniman dari berbagai negara.
Dalam pengemasan karya, tema Atma Kerti akan diangkat melalui kisah-kisah klasik seperti Lubdaka dan Jaratkaru, yang sarat nilai penyucian jiwa. Cerita tersebut dinilai lengkap karena memadukan unsur hiburan, pesan moral, hingga nuansa romantis dalam satu alur.
Lebih dari 20 ribu seniman diperkirakan terlibat dalam perhelatan selama sebulan penuh ini, termasuk seniman anak-anak. Namun, pihak kurator mengingatkan agar keterlibatan anak tetap memperhatikan porsi dan kondisi mereka. “Anak-anak itu berkesenian sesuai jiwanya, jadi tidak boleh diporsir seperti seniman dewasa,” tegasnya.
Sejumlah agenda diprediksi akan menyedot perhatian besar publik, di antaranya Lomba Balaganjur, Lomba Barong Ket, serta Parade Gong Kebyar. Hasil undian bahkan mempertemukan kontingen Gianyar dan Badung dalam parade Gong Kebyar, sebuah “duel” yang dinilai berpotensi menjadi magnet utama penonton.
Sementara itu, jadwal resmi PKB ke-48 masih dalam tahap finalisasi dan direncanakan akan diumumkan pada awal Mei mendatang. (Ketut Winata/balipost)










