
AMLAPURA, BALIPOST.com – Seorang perempuan berinisial NKRPN (27) ditemukan tewas di dasar Jembatan Batang, Desa Labasari, Karangasem pada Rabu (29/4) malam. Belum diketahui secara pasti motif korban melakukan ulah pati.
Dari informasi dihimpun, sebelum ditemukan tewas di dasar jembatan, NKRPN sempat pamit untuk membeli es bersama adiknya mengendarai motor. Saat tiba di lokasi kejadian, NKRPN dikatakan menghentikan sepeda motornya dan hendak meloncat.
Namun sang adik berhasil mencegah dan mengajaknya pulang dengan cara dibonceng. Saat perjalanan pulang dan sudah sampai di depan gang rumahnya, NKRPN meminta adiknya untuk menghentikan motornya.
Korbam meminta adiknya untuk turun sebentar karena ada yang ingin dibicarakan. Namun NKRPN justru langsung mengambil alih motor tersebut dan bergegas pergi.
Melihat kejadian tersebut, adiknya bergegas ke rumah untuk memberitahu ayahnya dan langsung menuju Jembatan Batang. Saat sampai di lokasi, sepeda motornya terlihat terparkir di pinggir jalan dan sepasang sandal berada di trotoar jembatan.
Saat ditengok ke bawah jembatan, NKRPN sudah tergeletak di bawah.
Melihat hal tersebut, orangtua bersama dengan warga dan pihak kepolisian langsung melakukan evakuasi. Saat itu, NKRPN dikatakan sudah meninggal dunia dengan luka serius di kepala belakang.
Kapolsek Abang, AKP I Komang Gede Sosiawan, Kamis (30/4) mengungkapkan belum mengetahui secara pasti motif korban mengakhiri hidupnya. “Kami masih kami selidiki, karena korban dikatakan orangnya tertutup. Orangtuanya juga belum bisa kami mintai keterangan lebih detail karena masih syok,” ujarnya.
Sosiawan mengatakan korban selama ini bekerja di Gianyar dan baru kemarin pulang kampung. Sehingga pihak keluarga cukup kaget dengan kejadian tersebut. “Pihak keluarga dikatakan mengaku sudah ikhlas menerima sebagai sebuah musibah serta menolak untuk dilakukan autopsi. Meskipun demikian pihak kepolisian mengaku akan tetap melakukan penyelidikan guna mengetahui motif sebenarnya,” katanya. (Eka Parananda/balipost)










