Nyoman Parta saat meninjau ratusan pohon mangrove yang mati di kawasan Pelindo Benoa. (BP/Win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ratusan pohon mangrove di kawasan Pelindo Benoa, tepatnya di barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan, mati mendadak. Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, melakukan peninjauan langsung ke lokasi, Jumat (20/2).

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengaku pertama kali melihat kejanggalan itu saat pulang dari Jakarta dan melintas di jalur Tol Bali Mandara. Dari atas tol, ia melihat banyak pohon mangrove yang tampak mengering dan mati.

“Pas pulang dari Jakarta saya lihat kok banyak mangrove yang mati. Ini kematian yang bukan karena umur, tapi karena faktor luar. Kita akan minta pihak Tahura, Pelindo dan Jasa Marga menjelaskan kenapa ratusan mangrove ini mati,” tegas Nyoman Parta, Jumat (20/2).

Baca juga:  Cegah Abrasi, Pesisir Pantai Kelecung Ditanami Mangrove

Tak hanya memantau dari darat, ia bahkan menyewa jukung untuk meninjau langsung dari sisi laut guna memastikan kondisi di lapangan. Dalam peninjauan tersebut ditemukan sekitar 200 hingga 300 pohon mangrove mati secara bersamaan.

Jenis mangrove yang terdampak, di antaranya Sonneratia alba (prapat), Rhizophora apiculata (bakau), dan Avicennia marina (api-api).

Saat melakukan pengecekan dari laut, Nyoman Parta didampingi komunitas pecinta mangrove “Mangrove Ranger” serta kelompok nelayan Simbar Segara. Mereka menyampaikan bahwa kematian mangrove tersebut diduga kuat bukan karena faktor usia, melainkan akibat penyebab eksternal.

Baca juga:  Gubernur Setujui Pergantian Wakil DPRD Buleleng

Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kebocoran pipa BBM milik Pertamina. Informasi yang dihimpun menyebutkan pada November 2025 lalu sempat dilakukan pemeliharaan pipa BBM pada jalur distribusi dari Pelabuhan Benoa menuju Pangkalan Pertamina Pesanggaran. Pada periode yang sama, pohon-pohon mangrove disebut mulai layu.

“Saya curiga ini matinya bukan faktor alami. Memang perlu dibuktikan, tapi berdasarkan informasi awal ada dugaan kebocoran pipa milik Pertamina atau perusahaan yang ada di sini,” ungkapnya.

Ia pun meminta sejumlah pihak terkait, seperti Tahura, Pelindo, Pertamina, Jasa Marga, dan Indonesia Power memberikan penjelasan terbuka kepada publik terkait penyebab pasti kematian ratusan mangrove tersebut.

Baca juga:  Parta Minta Kejagung Usut Pelanggaran Tata Ruang di Bali, Jangan Jerat LPD dengan Kasus Korupsi

Tak hanya itu, Nyoman Parta juga mendesak aparat penegak hukum turun tangan. Ia meminta Polda Bali dan Kejaksaan Tinggi Bali untuk mengusut tuntas kasus ini.

“Saya mohon kepada Polda Bali dan Kejati Bali untuk mengusut siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini. Ini mangrove di pinggir jalan yang bisa dilihat semua orang, masa sudah dibuat mati tanpa pertanggungjawaban,” tegasnya.

Kasus ini menjadi sorotan serius karena kawasan mangrove Benoa merupakan bagian penting dari ekosistem pesisir Bali yang berfungsi sebagai pelindung alami dari abrasi, habitat biota laut, sekaligus penyangga keseimbangan lingkungan di kawasan selatan Pulau Dewata. (Winata/balipost)

BAGIKAN